Pendapatan Danantara Diklaim Naik 400 Persen, Prabowo Minta Angka Itu Dibuktikan Audit
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo mengungkapkan pendapatan Danantara berpotensi melonjak hingga empat kali lipat pada tahun pertama operasional, namun menekankan perlunya verifikasi.
- Laporan keuangan konsolidasi BPI Danantara untuk tahun buku 2025 belum dirilis, dengan target penyelesaian dalam satu hingga dua bulan ke depan.
- Proses audit oleh BPK dan konsolidasi lebih dari seribu perusahaan menjadi kunci kredibilitas kinerja Danantara di mata publik dan investor.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pendapatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dilaporkan meningkat sekitar 400 persen selama tahun pertama beroperasi. Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan harus diuji melalui proses audit yang ketat sebelum dapat dipublikasikan sebagai kinerja resmi.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo di sela-sela peluncuran sepuluh buku karya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat. Menurut Kepala Negara, meskipun hasil audit nantinya menunjukkan pertumbuhan di bawah 400 persen, kenaikan pada kisaran 200 hingga 300 persen tetap patut diapresiasi sebagai pencapaian signifikan dalam waktu yang relatif singkat. "Saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen kurang lebih. Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek," ujarnya.
Kabar ini muncul di tengah belum terbitnya laporan keuangan konsolidasi Danantara untuk tahun buku 2025. Padahal, sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang berada di bawah ekosistem Danantara telah menyelesaikan laporan keuangan masing-masing. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, sebelumnya menyampaikan bahwa laporan konsolidasi ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan. Ia menjelaskan, penyusunan laporan memerlukan waktu karena Danantara harus mengonsolidasikan data dari lebih dari seribu perusahaan, termasuk melakukan eliminasi transaksi antar-entitas bisnis.
Dony memastikan bahwa laporan keuangan yang akan dipublikasikan nantinya telah melalui pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saat ini, proses masih berada pada tahap praaudit, dan Danantara juga menggandeng konsultan keuangan untuk menyusun struktur akun agar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Ia optimistis bahwa pada tahun-tahun berikutnya, proses penyusunan laporan akan berjalan lebih cepat setelah pola konsolidasi dan eliminasi transaksi antar-BUMN terbentuk.
Bagi pasar dan investor, kejelasan laporan keuangan Danantara menjadi prasyarat penting untuk menilai kredibilitas lembaga yang mengelola aset negara dalam jumlah besar. Tanpa laporan yang teraudit, klaim pertumbuhan pendapatan sebesar apa pun belum dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Para analis menilai bahwa transparansi Danantara akan menentukan kepercayaan publik dan mitra internasional, terutama di tengah rencana ekspansi ke sektor-sektor strategis seperti energi, infrastruktur, dan kini hiburan.
Konteks domestik juga perlu digarisbawahi: Danantara merupakan salah satu pilar utama strategi pemerintahan Prabowo dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Jika kinerja keuangannya terbukti solid, lembaga ini bisa menjadi mesin pembiayaan pembangunan yang andal. Namun, jika laporan keuangan molor atau ditemukan kejanggalan, risiko reputasi tidak hanya menimpa Danantara, tetapi juga pemerintah secara keseluruhan.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Danantara mampu memenuhi tenggat waktu yang dijanjikan dan apakah angka pertumbuhan 400 persen tersebut akan terkonfirmasi setelah audit. Publik dan pelaku pasar tentu berharap proses ini berjalan transparan, sehingga optimisme terhadap masa depan lembaga superholding BUMN ini tidak hanya didasarkan pada wacana, melainkan pada data yang dapat diverifikasi.



