Kembali ke Gym Setelah Dua Tahun, Kendra Wilkinson Akui Bingung Mulai dari Mana
Baca dalam 60 detik
- Kendra Wilkinson kembali berolahraga di gym setelah vakum dua tahun, mengaku bingung dan memulai dengan perlahan.
- Perjalanan penurunan berat badannya selama ini lebih mengandalkan suntik GLP-1, bukan olahraga rutin.
- Momen kebugaran bersama anak-anaknya menuai pujian warganet, sekaligus menyoroti tren gaya hidup sehat keluarga.

Setelah vakum dua tahun dari dunia kebugaran, mantan model Playboy Kendra Wilkinson kembali melangkahkan kaki ke pusat kebugaran. Dalam unggahan Instagram pekan ini, perempuan 40 tahun itu blak-blakan mengaku tidak tahu harus memulai dari mana, meski telah menjalani program penurunan berat badan dengan bantuan suntik GLP-1.
Wilkinson yang populer lewat reality show The Girls Next Door ini membagikan video dirinya menggunakan StairMaster bersama putrinya yang berusia 12 tahun, Alijah. Dengan mengenakan tank top putih dan celana pendek abu-abu, ia menyebut latihan kali ini sebagai "awal yang lambat". Setelah sesi kardio, ia melanjutkan dengan latihan beban dan kembali menutup dengan kardio tambahan.
Yang menarik, momen kebugaran ini tidak hanya dijalaninya sendirian. Wilkinson juga mengunggah foto-foto kebersamaan dengan kedua anaknya—Alijah dan putranya yang berusia 16 tahun, Hank—yang sama-sama berolahraga. Dalam keterangan unggahannya, ia menulis, "Family gym time… Makes me so happy!!" Respons warganet pun membanjiri kolom komentar dengan pujian, menilai Wilkinson memberi contoh positif tentang gaya hidup sehat bagi anak-anaknya.
Kembalinya Wilkinson ke gym ini tidak lepas dari perjalanan penurunan berat badannya yang sempat menjadi sorotan. Dalam wawancara dengan Us Weekly, ia mengungkapkan bahwa penggunaan suntik GLP-1 awalnya dilatarbelakangi alasan finansial. "Saya menginjak usia 40. Saya bahagia dan damai, tapi saya sadar celana jeans saya akhir-akhir ini makin ketat. Saya tidak mau belanja baju baru, jadi saya harus bisa muat lagi di jeans saya," ujarnya.
Perempuan kelahiran 1985 ini juga menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk menjadi kurus ekstrem. "Saya hanya ingin sedikit melonggarkan. Saya ingin tubuh yang seimbang. Saya tidak ingin terlalu kurus, tapi saya ingin proporsional dan bisa muat di jeans saya lagi," jelasnya. Ia mengakui saat ini berat badannya sedikit berlebih, namun menolak tekanan untuk tampil sempurna.
Fenomena penggunaan GLP-1 untuk menurunkan berat badan memang tengah naik daun, tidak hanya di Hollywood, tetapi juga di Indonesia. Obat yang awalnya dikembangkan untuk diabetes tipe 2 ini kini banyak digunakan secara off-label untuk diet. Di Indonesia, tren ini memicu perdebatan tentang keamanan dan regulasi, mengingat tidak semua orang memiliki akses ke pengawasan medis yang memadai. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa penggunaan tanpa resep dokter bisa berisiko, seperti mual, muntah, atau efek jangka panjang yang belum sepenuhnya diketahui.
Kisah Wilkinson ini juga menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam menjaga berat badan—bukan hanya mengandalkan obat, tetapi juga aktivitas fisik dan dukungan keluarga. Di tengah maraknya gaya hidup instan, langkah Wilkinson untuk kembali ke gym bersama anak-anaknya bisa menjadi pengingat bahwa kebugaran adalah investasi jangka panjang. Namun, pertanyaannya, apakah tren serupa akan diikuti oleh publik Indonesia yang juga semakin sadar akan pentingnya kesehatan? Atau justru memicu konsumsi obat pelangsing tanpa pengawasan yang lebih ketat?



