Puncak HUT ke-499 Jakarta Digelar di Bundaran HI, Pramono Minta Tak Berlebihan
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memusatkan perayaan puncak HUT ke-499 di Bundaran HI pada 27-28 Juni 2025.
- Gubernur Pramono Anung menekankan kegembiraan warga tetap diutamakan namun tidak berlebihan di tengah kondisi geopolitik global.
- Perayaan tahun ini menjadi pemanasan menuju HUT ke-500 Jakarta pada 2027 yang direncanakan lebih besar.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu (27/6) dan Minggu (28/6). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan rangkaian acara sudah dimulai sejak 21 Juni dan akan mencapai puncaknya pada dua hari tersebut.
Pramono menyebutkan, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan momen tersebut. Namun, ia mengingatkan agar perayaan tidak berlebihan. "Yang terpenting adalah menghadirkan kegembiraan bagi warga Jakarta tanpa mengabaikan situasi global yang sedang berkembang," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6). Ia menambahkan, "Dalam kondisi geopolitik yang seperti ini, kegembiraan penting tetapi tidak kemudian berlebihan."
Meski demikian, Pramono belum merinci secara detail agenda apa saja yang akan digelar di Bundaran HI. Spekulasi publik mengarah pada konser musik, pameran kuliner, atau atraksi budaya khas Betawi yang biasa menghiasi perayaan serupa. Sebelumnya, pada Senin (22/6), Pemprov DKI telah menggratiskan sejumlah destinasi wisata, transportasi publik, dan meresmikan konektivitas kawasan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai bagian dari rangkaian HUT.
Perayaan HUT ke-499 tahun ini memiliki makna khusus karena menjadi penanda menjelang peringatan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta yang akan jatuh pada 2027. Pemerintah pun mulai mempersiapkan berbagai program jangka panjang untuk menyambut usia emas ibu kota tersebut. Pramono menekankan bahwa perayaan tahun ini harus menjadi pemanasan yang baik tanpa menguras anggaran secara berlebihan.
Pengamat tata kota dari Universitas Indonesia, Yayat Supriatna, menilai langkah Pemprov DKI untuk tidak berlebihan adalah tepat di tengah ketidakpastian ekonomi global. "Jakarta perlu menjaga keseimbangan antara euforia warga dan efisiensi anggaran. Apalagi menjelang HUT ke-500, banyak program infrastruktur yang harus diselesaikan," ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya melibatkan partisipasi masyarakat agar perayaan tidak terkesan elitis.
Bagi warga Jakarta, akhir pekan ini menjadi momen untuk menikmati ruang publik yang biasanya padat lalu lintas. Bundaran HI yang ikonik akan berubah menjadi pusat keramaian, meski dengan protokol keamanan yang ketat. Kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana persiapan Pemprov DKI untuk HUT ke-500 pada 2027. Apakah akan ada proyek monumental seperti revitalisasi kawasan bersejarah atau pembangunan ikon baru? Atau justru perayaan yang lebih sederhana namun bermakna? Semua itu masih menunggu kepastian dari pemerintah dan partisipasi aktif warga Jakarta.



