Listrik Padam di Tengah Gelombang Panas, Konser Iron Maiden di Paris Berakhir Prematur
Baca dalam 60 detik
- Konser Iron Maiden di Paris terhenti lebih dari satu jam akibat pemadaman listrik, memaksa band mengakhiri pertunjukan lebih awal karena aturan jam malam.
- Gelombang panas yang melanda Paris memperparah situasi: tanpa AC, banyak penonton meninggalkan arena sebelum pertunjukan dilanjutkan.
- Insiden ini terjadi saat band merekam film tur 'Run For Your Lives', dengan area panggung bebas ponsel menggunakan kantong Yondr.

Konser Iron Maiden di Paris pada Senin malam (22/6) berakhir lebih cepat dari jadwal setelah pemadaman listrik menghentikan pertunjukan selama lebih dari satu jam. Band asal Inggris itu harus memotong setlist mereka karena aturan jam malam ketat di La Défense Arena, yang mewajibkan acara berakhir pukul 23.30 waktu setempat.
Pemadaman terjadi tepat saat Bruce Dickinson dan kawan-kawan membawakan lagu klasik 2 Minutes to Midnight dari album Powerslave. Penonton yang telah menanti sejak sore harus bersabar di tengah gelombang panas yang melanda ibu kota Prancis. Tanpa pendingin udara akibat listrik padam, banyak penggemar memilih meninggalkan arena sebelum band kembali naik panggung.
Menurut laporan dari Greek Iron Maiden Fan Club di Facebook, band melanjutkan pertunjukan dari lagu Rime of the Ancient Mariner tanpa koneksi yang memadai dengan penonton. Pukul 23.32, polisi melarang band memainkan encore yang direncanakan, termasuk Aces High, Fear of the Dark, dan Wasted Years—padahal seluruh pertunjukan sedang direkam untuk film tur.
Seorang penggemar menulis di media sosial Iron Maiden: "Tolong riliskan pertunjukan sebagaimana adanya. Sungguh frustrasi tidak mendapatkan encore, tapi apa yang kami saksikan tetap luar biasa." Permintaan serupa juga muncul dari komunitas penggemar, berharap rekaman malam itu tetap dirilis meskipun tidak sempurna.
Uniknya, konser ini menerapkan kebijakan bebas ponsel di area panggung. Penonton dengan tiket umum diwajibkan menyimpan ponsel mereka dalam kantong Yondr—sebuah pouch terkunci yang hanya bisa dibuka setelah pertunjukan berakhir. Langkah ini diambil untuk menciptakan pengalaman menonton optimal saat band merekam materi untuk film tur. Dalam pengumuman resmi, Iron Maiden menegaskan kebijakan ini hanya berlaku untuk satu malam di Paris dan sudah diumumkan sejak penjualan tiket tahun lalu.
Bagi penggemar di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat betapa rentannya pertunjukan skala besar terhadap gangguan teknis dan cuaca ekstrem. Di tengah tren konser internasional yang semakin marak di Tanah Air—seperti konser grup metal besar yang kerap digelar di Jakarta—aspek manajemen risiko, termasuk cadangan listrik dan mitigasi cuaca, menjadi krusial. Belum lagi kebijakan bebas ponsel yang mungkin kontroversial bagi penonton yang terbiasa mengabadikan momen.
Ke depan, apakah Iron Maiden akan merilis rekaman konser yang terpotong ini? Atau justru insiden ini menjadi bagian dari dokumentasi yang menambah nilai historis? Yang jelas, malam itu menjadi bukti bahwa bahkan band sekelas Iron Maiden pun tak luput dari ulah tak terduga jaringan listrik.



