Kemenag Targetkan 1,4 Juta Partisipan Verifikasi Arah Kiblat: Gerakan Nasional Manfaatkan Fenomena Matahari di Atas Kakbah
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Agama mengajak 1.448.000 orang memverifikasi arah kiblat pada 15-16 Juli 2026 memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat, saat matahari tepat di atas Kakbah.
- Gerakan ini merupakan bagian dari program Peaceful Muharam dan ditargetkan masuk rekor MURI, sekaligus sebagai edukasi ilmu falak bagi masyarakat.
- Partisipasi dapat dilakukan secara mandiri dengan benda tegak lurus pada pukul 16.27 WIB, tanpa alat khusus, dan didaftarkan melalui laman indonesiaberkiblat.kemenag.dev.

Kementerian Agama (Kemenag) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam gerakan verifikasi arah kiblat nasional yang menargetkan 1.448.000 titik, memanfaatkan fenomena astronomi langka saat matahari berada tepat di atas Kakbah pada 15-16 Juli 2026. Inisiatif ini tidak hanya menjadi momen penguatan ibadah, tetapi juga sarana edukasi publik tentang ilmu falak yang praktis dan akurat.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa gerakan ini menggunakan fenomena Istiwa Aโzam atau Rashdul Kiblat, di mana bayangan benda tegak lurus akan mengarah persis ke Kakbah. โMasyarakat cukup menyiapkan benda yang berdiri tegak, lalu mengamati arah bayangannya pada waktu yang ditentukan,โ ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026). Fenomena ini terjadi dua kali setahun dan kali ini bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Angka 1.448.000 dipilih sebagai simbol tahun 1448 H, sekaligus menjadi target partisipasi minimal yang akan diajukan sebagai rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Gerakan ini menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari penghulu, penyuluh agama, pengurus masjid, pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam. Menurut Arsad, arah kiblat merupakan simbol persatuan umat Islam yang menghadap ke titik yang sama, sehingga edukasi tentang cara verifikasinya perlu terus diperkuat dengan pendekatan sederhana dan ilmiah.
Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, menambahkan bahwa metode Rashdul Kiblat merupakan salah satu cara paling praktis dalam ilmu falak. โMasyarakat dapat melakukannya di rumah, masjid, mushala, sekolah, kampus, maupun ruang terbuka yang terkena sinar matahari langsung,โ katanya. Ia menekankan bahwa verifikasi arah kiblat tidak memerlukan alat khusus, cukup benda lurus seperti tiang atau tongkat, dan pengamatan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan.
Gerakan ini sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mendorong layanan keagamaan yang berdampak, inklusif, dan berbasis kemaslahatan. Pemanfaatan ilmu falak dalam kehidupan beragama menunjukkan bahwa sains dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan. Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, program ini memberikan kesempatan untuk memastikan ketepatan arah kiblat secara mandiri, sekaligus memperkuat literasi keagamaan berbasis sains.
Partisipasi dapat dilakukan dengan mendaftar melalui platform digital yang disediakan Kemenag. Melalui laman indonesiaberkiblat.kemenag.dev, peserta akan mendapatkan informasi lengkap dan menjadi bagian dari gerakan nasional yang digelar serentak. Dengan target rekor MURI, gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya akurasi arah kiblat dalam ibadah sehari-hari.
Ke depan, keberhasilan gerakan ini dapat menjadi model bagi program edukasi keagamaan berbasis fenomena alam lainnya. Pertanyaannya, mampukah masyarakat Indonesia memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memecahkan rekor nasional?



