Paolo Maldini Segera Jabat Direktur Teknis Timnas Italia, Tanda Revolusi Sepak Bola Negeri Pizza
Baca dalam 60 detik
- Legenda AC Milan Paolo Maldini dikabarkan sepakat menjadi direktur teknis FIGC di bawah presiden baru Giovanni Malagò.
- Peran ini akan menjadi jembatan antara federasi, klub Serie A, dan staf pelatih, mengurangi beban pelatih kepala.
- Ricky Massara, mantan kolega Maldini di Milan, juga dipertimbangkan untuk posisi pendukung dalam restrukturisasi federasi.

Paolo Maldini, ikon sepak bola Italia dan legenda AC Milan, dikabarkan akan segera mengisi posisi direktur teknis Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) di bawah kepemimpinan presiden anyar Giovanni Malagò. Langkah ini menjadi bagian dari apa yang disebut Malagò sebagai periode "kegilaan yang jernih" untuk merevolusi sepak bola Italia.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, penunjukan Maldini dianggap hampir pasti. Ia akan menjadi batu pertama dalam proyek besar Malagò untuk membenahi struktur federasi yang selama ini kerap dikritik karena kurangnya kredibilitas di level klub Eropa. Maldini, yang memiliki pengalaman panjang sebagai pemain dan eksekutif di Milan, dinilai figur ideal untuk menjembatani kesenjangan antara FIGC, klub-klub Serie A, dan para pemain.
Peran direktur teknis ini bukan sekadar jabatan seremonial. Maldini diharapkan mampu membawa pengalamannya di level tertinggi sepak bola Eropa untuk menciptakan struktur yang lebih kohesif. Selama ini, FIGC sering dianggap kurang memiliki figur yang disegani di level klub, sehingga komunikasi antara federasi dan klub kerap berjalan timpang. Kehadiran Maldini diyakini dapat mengubah dinamika tersebut.
Malagò telah menegaskan bahwa penunjukan direktur teknis harus dilakukan sebelum pelatih kepala, karena kedua peran tersebut saling terkait erat. Direktur teknis akan memberikan masukan langsung dalam pemilihan pelatih yang akan menangani Gli Azzurri. Dengan Maldini yang kini diyakini akan mengisi posisi tersebut, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi pelatih yang akan bekerja sama dengannya. Keputusan ini diperkirakan membutuhkan waktu beberapa pekan lagi.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Sepak bola Italia selama ini menjadi salah satu acuan bagi pengembangan sepak bola nasional, terutama dalam hal taktik dan manajemen. Kehadiran figur sekaliber Maldini di federasi bisa menjadi contoh bagaimana sebuah negara membangun sinergi antara federasi dan klub. Jika sukses, model ini bisa menjadi referensi bagi PSSI yang tengah berupaya memperbaiki tata kelola sepak bola Indonesia.
Pertanyaan besarnya, akankah Maldini mampu membawa perubahan nyata atau hanya sekadar menjadi simbol belaka? Dengan reputasi dan pengalamannya, tekanan untuk berhasil tentu sangat besar. Namun, jika ia mampu membangun jembatan yang kokoh antara federasi dan klub, bukan tidak mungkin Italia akan kembali menjadi kekuatan yang disegani di pentas internasional.



