Xbox Gempur Industri Hiburan: Call of Duty Lebih Besar dari Marvel, Fallout Siap Ekspansi
Baca dalam 60 detik
- Presiden Xbox menyebut Call of Duty sebagai waralaba yang melampaui Marvel Cinematic Universe dalam skala penggemar dan pendapatan.
- Serial Fallout di Amazon akan mengeksplorasi lokasi baru di luar game, menjanjikan kejutan bagi penggemar setia.
- Xbox berkomitmen memperkuat Halo dan Gears of War di layar lebar, menandai pergeseran strategi ke konten multimedia.

Xbox tidak hanya ingin menguasai dunia game, tetapi juga industri film dan serial televisi. Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, sejumlah petinggi Xbox mengungkapkan ambisi besar mereka untuk mentransformasi waralaba game ikonik menjadi tontonan global, dengan Call of Duty disebut-sebut sebagai properti yang lebih masif daripada Marvel Cinematic Universe (MCU).
Presiden Xbox, Asha Sharma, dengan tegas menyatakan bahwa perusahaannya akan berinvestasi besar-besaran di sektor film dan televisi. Ia mencontohkan kesuksesan serial Fallout di Amazon Prime yang menjadi tayangan nomor dua sepanjang masa di platform tersebut, serta film Minecraft yang masuk lima besar pada 2025. Namun, yang paling menonjol adalah klaimnya bahwa Call of Duty—waralaba tembak-menembak yang telah menghasilkan miliaran dolar—memiliki basis penggemar dan dampak budaya yang melampaui MCU. "Jika dipikir-pikir, kami punya acara nomor dua sepanjang masa di Amazon, Minecraft masuk lima besar 2025, dan Call of Duty lebih besar dari Marvel Cinematic Universe. Semua itu terukur. Kini lebih banyak pihak yang ingin bekerja sama dengan kami untuk judul-judul game daripada sebelumnya," ujar Sharma.
Pernyataan ini menarik karena MCU selama satu dekade terakhir dianggap sebagai raksasa hiburan global dengan pendapatan box office lebih dari 29 miliar dolar AS. Namun, Call of Duty, dengan penjualan tahunan yang konsisten dan basis pemain aktif puluhan juta, memang memiliki daya jangkau yang berbeda. Bagi Xbox, perbandingan ini bukan sekadar klaim, melainkan sinyal bahwa mereka serius menjadikan waralaba game sebagai fondasi kerajaan media baru.
Sementara itu, Todd Howard, tokoh di balik waralaba Fallout, memberikan bocoran tentang masa depan serial adaptasi tersebut. Menurutnya, musim kedua akan membawa penonton ke lokasi-lokasi baru yang belum pernah muncul dalam game. "Kami membicarakan ini di akhir musim kedua, memberi petunjuk bahwa kami akan pergi ke tempat-tempat baru. Salah satu hal yang kami sukai dari Fallout adalah geografi dunianya, dan kami bisa menunjukkan hal-hal baru di dunia Fallout yang akan mengejutkan orang—hal yang belum pernah mereka lihat di game," jelas Howard. Langkah ini menunjukkan bahwa Xbox tidak sekadar mengadaptasi cerita yang ada, tetapi ingin memperluas semesta Fallout secara orisinal.
Tak ketinggalan, Matt Booty, direktur konten Xbox, menegaskan komitmen terhadap dua waralaba andalan lainnya: Halo dan Gears of War. "Halo adalah salah satu waralaba terbesar kami. Ini ikonik bagi Xbox, dan kami pasti akan berinvestasi ke depannya," kata Booty. Ia juga mengungkapkan kekagumannya pada seri Gears of War dan mengonfirmasi bahwa film adaptasi sedang dalam pengembangan. Dengan demikian, Xbox tampaknya ingin menjadikan setiap waralaba utamanya sebagai properti lintas media, mirip dengan strategi yang diterapkan Marvel dan DC.
Bagi Indonesia, langkah Xbox ini membuka peluang baru. Pasar game Indonesia yang terus tumbuh—dengan jutaan pemain Call of Duty Mobile dan konsol Xbox—bisa menjadi sasaran promosi konten-konten adaptasi tersebut. Jika serial Fallout atau film Halo dirilis, platform streaming seperti Netflix atau Disney+ Hotstar kemungkinan akan memburu hak tayang di Asia Tenggara. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana Xbox memastikan konten-konten ini tetap relevan dengan selera lokal tanpa kehilangan esensi aslinya. Akankah strategi multimedia ini berhasil menggeser dominasi Marvel dan Star Wars? Atau justru menjadi bukti bahwa game dan film adalah dua dunia yang sulit disatukan? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: Xbox tidak lagi hanya menjual konsol.



