Michael Olise: Bintang Baru Prancis yang Bersinar di Panggung Dunia
Baca dalam 60 detik
- Gelandang sayap Bayern Munich, Michael Olise, menjadi motor serangan timnas Prancis di Piala Dunia 2026 dengan tiga assist dalam dua laga awal.
- Performanya di Bundesliga musim lalu, dengan 15 gol dan 19 assist, mengantarnya meraih gelar Pemain Terbaik dan menarik perhatian pelatih Vincent Kompany.
- Perbandingan dengan Kevin De Bruyne oleh Kompany menunjukkan potensi Olise menjadi salah satu pemain serang terbaik dunia.

Michael Olise, pemain sayap Bayern Munich berusia 24 tahun, telah menjadi sorotan utama di Piala Dunia 2026 berkat kontribusinya yang gemilang untuk timnas Prancis. Dalam dua pertandingan fase grup, ia memimpin daftar assist turnamen dengan tiga umpan gol, membawa Les Bleus meraih dua kemenangan meyakinkan.
Penampilan impresif Olise di Amerika Utara bukanlah kebetulan. Sepanjang musim 2025/26 Bundesliga, ia tampil dominan dengan catatan 15 gol dan 19 assistโterbanyak di ligaโyang mengantarnya meraih penghargaan Pemain Terbaik. Tak hanya itu, ia juga masuk dalam jajaran 10 besar untuk berbagai metrik seperti tembakan, sprint, dan lari intensif per 90 menit, serta mencatatkan 15 kontribusi gol di Liga Champions UEFA dan DFB Cup.
Konsistensi Olise juga terlihat di level internasional. Sejak debut pada September 2024, ia telah mencetak tujuh gol dalam 17 penampilan, termasuk gol penting di perebutan tempat ketiga UEFA Nations League melawan Jerman. Pramusim yang kuat, dengan hat-trick melawan Irlandia Utara, menjadi fondasi performanya di Piala Dunia. Setelah membuka kemenangan 3-1 atas Senegal dengan satu assist, ia menciptakan dua gol dalam kemenangan 3-0 melawan Irak.
Pelatih Prancis Didier Deschamps memuji bakat dan dedikasi Olise. "Michael brilian. Ia berbakat secara teknis, banyak berlari, dan bergerak cerdas. Ia memiliki segalanya. Ia tampil sangat baik untuk Bayern Munich dan juga untuk kami," ujar Deschamps. Sementara itu, pelatih Bayern Vincent Kompany bahkan menyamakan etos kerja Olise dengan Kevin De Bruyne. "Ia sangat detail dalam pekerjaannya, itulah yang membedakannya. Itu juga berlaku untuk Kevin De Bruyne, yang saya saksikan di Manchester City dalam perjalanannya menjadi kelas dunia. Michael bisa menjadi salah satu pemain serang terbaik yang pernah ada. Ia berada di jalur yang sangat baik," kata Kompany.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kebangkitan Olise menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan pemain muda dan etos kerja tinggi. Meski Indonesia masih berjuang di kancah internasional, kisah Olise menunjukkan bahwa dedikasi dan detail dalam latihan dapat mengantarkan seorang pemain ke panggung tertinggi. Pertanyaannya, akankah ada pemain Asia Tenggara yang mampu mengikuti jejaknya dalam beberapa tahun ke depan?
Dengan performa yang terus meningkat, Olise diprediksi akan menjadi andalan Prancis di babak knockout. Jika ia mampu mempertahankan konsistensinya, bukan tidak mungkin ia akan bersaing untuk gelar pemain terbaik turnamen. Satu hal yang pasti: sorotan dunia kini tertuju padanya.



