Julian Brandt ke Leeds: Gebrakan Transfer Gratis yang Bisa Mengulang Sukses Raphinha
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mempercepat negosiasi dengan Julian Brandt yang akan berstatus bebas transfer akhir bulan ini, menjadikannya target utama setelah merekrut Harry Wilson.
- Brandt, gelandang serang Borussia Dortmund, dianggap sebagai potensi rekrutan terbaik sejak Raphinha, dengan pengalaman 61 laga Liga Champions dan kontribusi gol konsisten.
- Jika berhasil, langkah ini menandai ambisi Leeds untuk tidak sekadar bertahan, melainkan bersaing di papan atas Premier League musim depan.

Leeds United tengah mengintensifkan perundingan dengan Julian Brandt, gelandang serang Borussia Dortmund yang akan habis kontrak akhir bulan ini. Langkah ini menjadi sinyal bahwa klub asuhan Daniel Farke tidak puas hanya dengan selamat dari degradasi, melainkan berambisi membangun skuad kompetitif untuk musim 2026/27.
Menurut laporan TEAMtalk, Leeds menghadapi persaingan ketat dari sejumlah klub Eropa untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 30 tahun tersebut. Meski demikian, manajemen The Whites disebut telah menjadikan Brandt sebagai prioritas utama bursa transfer musim panas ini, bahkan di atas pemain muda Southampton, Shea Charles, yang tawarannya sebesar £20 juta sempat ditolak.
Brandt bukanlah nama asing di pentas elite Eropa. Selama enam musim terakhir bersama Dortmund, ia selalu mencatatkan minimal sepuluh kontribusi gol per musim di Bundesliga. Musim lalu, ia mengoleksi 11 gol di semua kompetisi—hanya kalah dari Dominic Calvert-Lewin di kubu Leeds. Penampilannya di Liga Champions juga impresif: 61 penampilan sejak 2019, termasuk membantu Dortmund mencapai final edisi 2023/24, dengan total 19 kontribusi gol.
Kedatangan Brandt diharapkan bisa mengulang jejak Raphinha, yang direkrut dari Rennes seharga £17 juta pada 2020. Pemain Brasil itu tampil gemilang dengan 17 gol dan 12 assist dalam 67 laga, sebelum dilego ke Barcelona dengan nilai £55 juta—rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah Leeds. Jika Brandt mampu memberikan dampak serupa, ia tidak hanya akan menjadi aset berharga di lapangan, tetapi juga potensi keuntungan finansial di masa depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Leeds ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League memanfaatkan peluang pasar bebas transfer untuk mendatangkan pemain bintang tanpa biaya mahal. Strategi serupa bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang kerap kesulitan bersaing di bursa transfer internasional. Brandt, yang dijuluki "effortless" oleh pemandu bakat Antonio Mango, menawarkan kualitas teknis dan pengalaman yang langka.
Namun, risiko tetap ada. Brandt belum pernah bermain di Premier League, dan adaptasi dengan fisik serta kecepatan liga Inggris bisa menjadi tantangan. Selain itu, Leeds harus bersaing dengan klub-klub yang menawarkan gaji lebih tinggi atau kesempatan tampil di Liga Champions. Meski demikian, proyek ambisius di bawah kepemilikan 49ers dan stabilitas setelah menghindari degradasi bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Jika kesepakatan terwujud, Brandt akan menjadi rekrutan paling bergengsi Leeds sejak era Marcelo Bielsa. Pertanyaannya, akankah ia menjadi pilar kebangkitan Leeds menuju papan atas klasemen, atau sekadar kilasan singkat seperti beberapa pemain bintang lainnya yang meredup di Elland Road?



