Man United Beralih ke Camavinga setelah Gagal Buru Anderson dan Fernandes
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengalihkan target gelandang ke Eduardo Camavinga setelah dua opsi utama, Elliot Anderson dan Mateus Fernandes, dianggap terlalu mahal.
- Camavinga, yang dibanderol €60 juta (£52 juta), dinilai lebih unggul dari Fernandes secara statistik dan pengalaman, termasuk dua gelar Liga Champions.
- Klub asuhan Michael Carrick kini harus meyakinkan pemain Prancis itu yang lebih memilih bertahan di Real Madrid di bawah asuhan Jose Mourinho.

Manchester United terpaksa mengubah peta perburuan gelandang mereka musim panas ini setelah dua target utama—Elliot Anderson dan Mateus Fernandes—kandas karena mahalnya banderol. Kini, klub asuhan Michael Carrick dikabarkan telah menjalin kontak dengan Real Madrid untuk mengamankan jasa Eduardo Camavinga, gelandang Prancis berusia 23 tahun yang dihargai €60 juta atau sekitar £52 juta.
Anderson, yang sempat menjadi prioritas utama setelah kepergian Casemiro, tampaknya mustahil didapatkan setelah Manchester City mengajukan tawaran £120 juta yang ditolak Nottingham Forest. Situasi ini memaksa United untuk mengalihkan fokus ke Fernandes, gelandang West Ham yang terdegradasi. Namun, tawaran £85 juta untuk pemain Portugal itu juga menemui jalan buntu karena The Hammers enggan melepas salah satu pilar mereka dengan harga murah.
Menurut laporan dari media Spanyol, Sport, United telah menghubungi Real Madrid untuk menanyakan kemungkinan transfer Camavinga. Meski pemain tersebut dikabarkan lebih memilih bertahan di Santiago Bernabeu dan bersaing di bawah pelatih anyar Jose Mourinho, harga yang lebih murah ketimbang Fernandes membuat opsi ini semakin menarik. Juventus dan Chelsea juga dikabarkan memantau situasi sang pemain.
Perbandingan statistik antara Camavinga dan Fernandes musim lalu menunjukkan keunggulan mantan pemain Rennes itu. Camavinga mencatatkan 3,8 tekel per 90 menit—angka yang menempatkannya di tiga persen teratas pemain Eropa—serta tingkat keberhasilan duel darat yang lebih tinggi. Dalam penguasaan bola, ia juga unggul dengan tingkat penyelesaian dribel 65% dan akurasi umpan 92%, yang menempatkannya di tujuh persen teratas di benua biru.
Selain itu, Camavinga telah mengoleksi delapan trofi besar, termasuk dua gelar Liga Champions dalam tiga musim terakhir. Pengalaman ini dinilai vital bagi United yang ingin kembali menjadi kekuatan dominan di Eropa. Sementara itu, Fernandes, meski menjadi salah satu pemain terbaik West Ham musim lalu, belum memiliki piala bergengsi dan dianggap kurang matang untuk level tertinggi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub besar Eropa beradaptasi dengan inflasi harga pemain. United, yang sebelumnya kerap menjadi kiblat transfer mahal, kini harus lebih cermat dalam berbelanja. Kehadiran Camavinga bisa menjadi sinyal bahwa klub mulai mengedepankan nilai jangka panjang ketimbang gebyar nama besar.
Namun, tantangan terbesar United bukan hanya soal harga, melainkan meyakinkan Camavinga untuk meninggalkan Madrid. Dengan Mourinho yang baru tiba, pemain Prancis itu mungkin mendapat tempat utama di lini tengah Los Blancos. Jika gagal, United harus kembali ke meja negosiasi untuk Fernandes atau mencari opsi lain seperti pemain muda berbakat dari liga domestik.
Apakah United akan berhasil memboyong Camavinga, atau justru kembali ke pelukan Fernandes dengan harga yang lebih realistis? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah lini tengah Setan Merah untuk musim 2026/27.



