Pemprov DKI Tuntaskan Penertiban Lahan untuk Rumah Pompa Rawa Buaya
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merampungkan pembongkaran bangunan di bantaran Kali Mookervart, Rawa Buaya, sebagai langkah awal pembangunan rumah pompa pengendali banjir.
- Penertiban yang melibatkan 150 personel dan alat berat ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Pramono Anung setelah meninjau lokasi banjir pada Januari 2026.
- Rumah pompa ditargetkan meningkatkan kapasitas pengendalian genangan di kawasan Rawa Buaya dan sekitarnya, menjawab aspirasi warga yang telah lama menginginkan infrastruktur tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai babak baru pengendalian banjir di kawasan Rawa Buaya dengan menertibkan bangunan di bantaran Kali Mookervart, Jakarta Barat. Langkah ini menjadi fondasi pembangunan Rumah Pompa Rawa Buaya, infrastruktur yang diharapkan mampu memangkas risiko genangan yang selama ini menghantui warga.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Mustajab, mengungkapkan bahwa penertiban merupakan respons langsung atas arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Seusai meninjau lokasi banjir pada Januari 2026, Pramono meminta percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang dinilai mendesak. "Penertiban lahan ini bagian dari tindak lanjut arahan Gubernur yang meninjau langsung lokasi banjir pada Januari lalu," ujar Mustajab dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6).
Proses pembongkaran berlangsung tertib dengan melibatkan 150 personel gabungan serta alat berat seperti excavator dan dump truck. Sebelumnya, pemerintah telah memberikan Surat Peringatan (SP) I, II, dan III kepada pemilik bangunan untuk memastikan kepatuhan prosedur. Mustajab mengapresiasi sikap kooperatif warga yang mendukung kelancaran kegiatan. "Dukungan ini menunjukkan komitmen bersama mewujudkan infrastruktur pengendali banjir yang bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Ketua RT 003 RW 001 Rawa Buaya, Ade Sulistian, menyambut baik pembangunan rumah pompa. Menurutnya, warga sudah lama mendambakan infrastruktur ini, bahkan sejak era gubernur sebelumnya. "Sejak dulu kami ingin punya rumah pompa, sudah lama sekali," katanya. Kehadiran rumah pompa diharapkan mampu mengatasi genangan yang kerap melumpuhkan aktivitas warga saat musim hujan.
Pemprov DKI Jakarta optimistis rumah pompa akan meningkatkan kapasitas pengendalian genangan di Rawa Buaya dan sekitarnya. Dengan infrastruktur ini, risiko banjir dapat diminimalkan dan kualitas lingkungan perkotaan menjadi lebih baik. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan operasional dan pemeliharaan pompa berjalan optimal, serta mengedukasi warga untuk tidak membuang sampah ke sungai yang dapat menyumbat aliran. Pertanyaan yang mengemuka: akankah pembangunan rumah pompa ini menjadi solusi permanen bagi banjir Jakarta yang kronis?



