Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi, Mbappe, Haaland Ukir Rekor
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan lima gol, diikuti Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang masing-masing mengoleksi empat gol setelah dua laga.
- Ketiganya telah mencetak total 13 gol, menjadikan ini pertama kalinya sejak 1954 tiga pemain mencetak minimal empat gol dalam dua pertandingan awal Piala Dunia.
- Format 48 tim dan tambahan babak gugur membuka peluang rekor baru, termasuk kemungkinan pemecahan rekor 13 gol dalam satu turnamen milik Just Fontaine.

Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland telah mencetak 13 gol di Piala Dunia 2026, memicu persaingan Sepatu Emas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah turnamen.
Messi memimpin dengan lima gol dari dua pertandingan, diikuti Mbappe dan Haaland yang masing-masing mengoleksi empat gol. Ini adalah kedua kalinya dalam sejarah Piala Dunia tiga pemain mencetak empat gol atau lebih setelah dua laga, dan pertama sejak 1954. Ketiganya tidak hanya mengejar penghargaan individu, tetapi juga memecahkan rekor sepanjang masa.
Messi, 38 tahun, kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 18 gol, melewati rekor Miroslav Klose (16 gol). Mbappe menyamai catatan Klose dengan 16 gol dalam 16 pertandingan, sementara Haaland—dalam debutnya—mencetak empat gol hanya dalam dua laga dan menjadi pemain keenam yang mencetak gol ganda di dua pertandingan pertama Piala Dunia.
Persaingan ini semakin menarik karena Harry Kane dari Inggris juga mengantongi dua gol dan berpeluang menambah koleksinya. Format baru 48 tim dan tambahan satu babak gugur meningkatkan potensi gol, memberi keuntungan bagi para penyerang top. Mantan bek Prancis Gael Clichy menilai generasi saat ini tidak gentar menghadapi pemain senior, melainkan fokus pada performa.
Julien Laurens, pakar sepak bola Prancis, mengatakan bahwa para bintang ini tidak hanya mengejar Sepatu Emas, tetapi juga rekor sepanjang masa. Mbappe sendiri mengaku tidak terlalu memikirkan persaingan dengan Messi, melainkan fokus membantu tim. Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, mendorong Haaland untuk terus mencetak gol meski bermain untuk negara yang tidak difavoritkan.
Bagi Indonesia, persaingan ini menjadi tontonan menarik yang menunjukkan level tertinggi sepak bola dunia. Meski tidak ada wakil Asia Tenggara di turnamen, performa para megabintang ini bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Indonesia untuk bermimpi besar. Format Piala Dunia yang lebih inklusif juga membuka peluang bagi negara berkembang untuk bersaing di masa depan.
Dengan rekor yang terus berjatuhan, pertanyaan besarnya adalah: akankah salah satu dari mereka mampu melampaui rekor 13 gol Fontaine dalam satu turnamen? Atau justru pemain lain seperti Kane yang akan mencuri perhatian? Satu hal yang pasti, Piala Dunia 2026 telah menyajikan pertarungan gol yang tak terlupakan.



