Persija Jakarta Buru Gelandang Jepang dan Mantan Kiper Persib di Bursa Transfer
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta dikaitkan dengan kiper Aqil Savik, produk junior Persib Bandung yang kini membela Bhayangkara FC, dan gelandang serang Cerezo Osaka, Kyohei Yoshino.
- Aqil Savik, 27 tahun, mencatat 13 clean sheet dalam 52 penampilan bersama Bhayangkara FC, sementara Yoshino tampil 18 kali dengan satu assist di Liga Jepang musim lalu.
- Jika bergabung, Aqil akan bersaing dengan Andritany Ardhiyasa dan Cyrus Margono, sedangkan Yoshino diharapkan menambah opsi serangan dan pertahanan Persija.

Persija Jakarta mulai memanaskan mesin bursa transfer dengan dua nama asing yang santer dikaitkan: gelandang Jepang Kyohei Yoshino dan mantan kiper Persib Bandung, Aqil Savik. Langkah ini menunjukkan ambisi Macan Kemayoran untuk memperkuat lini tengah dan pertahanan jelang musim depan.
Aqil Savik, kiper berusia 27 tahun yang saat ini membela Bhayangkara FC, disebut masuk radar Persija. Produk junior Persib Bandung itu sempat dipromosikan ke tim senior Bobotoh pada 2020-2022 sebelum hijrah ke Bhayangkara. Selama empat musim di klub berjuluk The Guardians, Aqil mencatatkan 52 penampilan dengan 69 kebobolan dan 13 clean sheet. Pada musim lalu, ia bermain 30 kali, kebobolan 39 gol, dan mencatat sembilan nirbobol. Dengan tinggi 186 cm, posturnya dianggap ideal untuk kiper di Liga Indonesia.
Jika jadi bergabung, Aqil akan menambah ketat persaingan di bawah mistar Persija yang sudah memiliki Andritany Ardhiyasa dan Cyrus Margono. Kehadirannya bisa menjadi opsi rotasi atau bahkan pesaing utama bagi Andritany yang sudah berusia 33 tahun.
Satu nama lain yang dihubungkan dengan Persija adalah Kyohei Yoshino, gelandang serang Cerezo Osaka di J1 League. Musim lalu, pemain berusia 26 tahun itu tampil 18 kali dengan catatan satu assist dan dua kartu kuning. Menurut data Transfermarkt, Yoshino adalah pemain serbabisa: posisi aslinya gelandang serang, tetapi ia juga bisa bermain sebagai bek tengah. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi Persija yang kerap membutuhkan pemain multiperan.
Yoshino bukan nama baru di sepak bola Jepang. Sebelum memperkuat Cerezo Osaka, ia pernah membela Yokohama FC, Vegalta Sendai, dan Tokyo Verdy. Pengalamannya di berbagai klub Jepang menunjukkan adaptabilitas yang baik. Jika direkrut, ia diharapkan bisa menjadi motor serangan sekaligus opsi bertahan saat dibutuhkan.
Bagi Persija, perburuan pemain asing Jepang bukanlah hal baru. Sebelumnya, klub ibu kota pernah diperkuat pemain seperti Ryuji Utomo (meski berdarah Indonesia-Jepang) dan beberapa pemain asing lainnya. Namun, mendatangkan gelandang langsung dari J1 League menunjukkan peningkatan standar rekrutmen. Sementara itu, Aqil Savik yang merupakan jebolan Persib bisa menjadi bumerang bagi rival sekaligus menambah tensi persaingan antar klub.
Langkah ini juga menarik diamati dari sisi strategi. Persija yang musim lalu finis di papan tengah Liga 1 membutuhkan penyegaran di lini tengah dan pertahanan. Yoshino bisa menjadi solusi kreativitas di lini depan, sementara Aqil memberikan kedalaman skuad di posisi kiper. Namun, persaingan ketat dengan pemain lokal seperti Andritany dan Cyrus bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Aqil.
Ke depan, keputusan Persija akan bergantung pada negosiasi dengan klub masing-masing. Cerezo Osaka mungkin membanderol Yoshino dengan harga tinggi, sementara Bhayangkara FC belum tentu melepas Aqil dengan mudah. Apakah Persija berhasil mendatangkan keduanya atau hanya satu, bursa transfer kali ini menjadi ujian bagi manajemen Macan Kemayoran untuk membangun tim yang lebih kompetitif.



