Prabowo ke Bangkalan: Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU dan Resmikan Jalan Daerah
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto terbang ke Bangkalan, Madura, untuk menutup Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026, sebuah agenda strategis yang mengukuhkan peran ormas keagamaan terbesar di Indonesia.
- Sebelum acara NU, Prabowo akan meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 km di Sampang sebagai bagian dari Instruksi Presiden Jalan Daerah, menandai komitmen pemerintah mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
- Kehadiran Prabowo di tengah elite NU dan peresmian infrastruktur menunjukkan sinergi antara pemerintah dan ormas Islam dalam pembangunan nasional, sekaligus memperkuat basis dukungan politik di Jawa Timur.

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6) pagi untuk menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026, sekaligus meresmikan proyek infrastruktur jalan di Sampang. Langkah ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap dua isu strategis: penguatan peran ormas keagamaan dan percepatan pembangunan daerah.
Prabowo meninggalkan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 09.00 WIB, didampingi sejumlah menteri, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Agenda pertama di Kabupaten Sampang adalah peresmian ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di berbagai daerah, bagian dari Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Proyek ini diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Setelah itu, Presiden menuju Bangkalan untuk menutup Munas-Konbes NU yang berlangsung di IAI Syaichona Mohammad Cholil. Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes NU 2026, M Nuh, mengonfirmasi bahwa kepastian kehadiran Prabowo diterima panitia pada Senin (22/6). Acara penutupan dijadwalkan pukul 14.00 WIB, diawali dengan ziarah ke makam para pendiri NU di Jombang sebelum bergeser ke Madura.
Kunjungan ini memiliki bobot politis dan simbolis yang kuat. NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan keagamaan. Kehadiran Prabowo di forum Munas-Konbes NU menegaskan komitmennya untuk merangkul ormas keagamaan, sekaligus memperkuat basis dukungan di Jawa Timur, wilayah yang dikenal sebagai kantong suara NU. Di sisi lain, peresmian jalan daerah menunjukkan prioritas pemerintah pada pembangunan infrastruktur yang merata, sejalan dengan visi konektivitas nasional.
M Nuh menambahkan bahwa rangkaian acara Munas-Konbes NU telah berjalan lancar sejak dibuka beberapa hari sebelumnya. Forum ini membahas berbagai isu strategis keumatan dan kebangsaan, termasuk peran NU dalam pembangunan nasional. Penutupan oleh Presiden menjadi puncak dari musyawarah yang melibatkan para kiai, ulama, dan pengurus NU dari seluruh Indonesia.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana hasil Munas-Konbes NU akan memengaruhi kebijakan pemerintah, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan moderasi beragama. Sementara itu, proyek IJD diharapkan terus berlanjut untuk mengurangi kesenjangan infrastruktur antar daerah, khususnya di Indonesia timur. Sinergi antara pemerintah dan ormas keagamaan seperti NU menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks.



