Viral Ajudan Danrem Tanpa BIB di Jogja Marathon: TNI AD Buka Suara
Baca dalam 60 detik
- Sebuah video memperlihatkan ajudan Danrem 072/Pamungkas ditarik marshal saat ikut lomba lari tanpa nomor peserta, memicu reaksi sang komandan.
- TNI AD mengklarifikasi bahwa ajudan sebenarnya memiliki BIB yang diduga terlepas di lintasan padat, sehingga terjadi kesalahpahaman.
- Penyelenggara dan Danrem telah berkomunikasi langsung, dan TNI AD mengapresiasi profesionalisme panitia dalam menangani insiden.

Insiden yang melibatkan ajudan Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, dengan petugas lintasan dalam ajang Jogja Marathon di kawasan Candi Prambanan, Sleman, akhir pekan lalu, mendapat tanggapan resmi dari TNI Angkatan Darat. Dalam video yang beredar luas di media sosial, ajudan tersebut tampak ditarik oleh marshal karena diduga berlari tanpa menggunakan nomor identitas peserta (BIB). Momen itu memicu reaksi dari Yuniar yang berada di dekatnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi pada Minggu (21/6) itu murni kesalahpahaman teknis di lapangan. Menurut Donny, Yuniar hadir bersama istri, satu anak, dan seorang ajudan dengan menggunakan empat tiket umum yang telah terdaftar secara resmi. Ajudan yang mendampingi sang Danrem, kata dia, sebenarnya telah memiliki BIB dan mengikuti kegiatan sejak awal.
"Namun, diduga nomor peserta yang dipakai ajudan terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," ujar Donny dalam keterangan tertulis, Senin (22/6). Ia menambahkan bahwa setelah kejadian, penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak sepakat bahwa insiden tersebut merupakan persoalan teknis yang telah diselesaikan dengan baik.
TNI AD secara terbuka mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang telah menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan. Donny juga menekankan bahwa langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi patut dihargai karena mencegah kesalahpahaman berkepanjangan di ruang publik. "Pada prinsipnya, hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik," tegasnya.
Dalam pernyataannya, TNI AD berharap masyarakat dapat menyikapi peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai fakta. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi teknis dalam penyelenggaraan acara massal, terutama yang melibatkan pejabat publik. Ke depan, prosedur pengecekan BIB di lintasan padat mungkin perlu dievaluasi untuk mengurangi potensi gesekan serupa.



