Qualcomm Siapkan Dana Besar untuk Caplok Startup AI Chip Modular
Baca dalam 60 detik
- Qualcomm dikabarkan akan mengakuisisi Modular Inc, startup AI chip, dengan nilai sekitar USD 4 miliar, naik signifikan dari valuasi sebelumnya.
- Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi Qualcomm untuk mengurangi ketergantungan pada pasar ponsel dan merambah pusat data serta chip kendaraan otonom.
- Kesepakatan bisa diumumkan dalam beberapa pekan ke depan, meski masih ada kemungkinan gagal atau berubah detail.

Qualcomm, pemasok chip ponsel terbesar dunia, dikabarkan tengah dalam pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi Modular Inc, sebuah startup yang mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI). Menurut laporan Bloomberg News yang mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar USD 4 miliar atau setara Rp 64 triliun.
Jika kesepakatan ini terealisasi, angka tersebut melonjak jauh dari valuasi Modular yang hanya USD 1,6 miliar saat pendanaan terakhir sembilan bulan lalu. Modular sendiri baru berdiri pada 2022 dan total telah mengumpulkan dana sebesar USD 380 juta, termasuk putaran pendanaan USD 250 juta pada September tahun lalu. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Qualcomm serius memperkuat posisinya di ranah AI yang kian kompetitif.
Selama ini Qualcomm sangat bergantung pada pasar ponsel yang fluktuatif. Namun, perusahaan asal Amerika Serikat itu mulai merambah segmen pertumbuhan tinggi seperti prosesor pusat data dan chip kendaraan otonom. Akuisisi Modular akan mempercepat diversifikasi tersebut, terutama di tengah gencarnya persaingan dengan Nvidia dan AMD di pasar chip AI.
Menariknya, Qualcomm juga dikabarkan tengah menjajaki akuisisi startup AI chip lain, Tenstorrent, dengan nilai antara USD 8 miliar hingga USD 10 miliar, seperti dilaporkan The Information pekan lalu. Ini menunjukkan ambisi besar Qualcomm untuk menjadi pemain utama di industri chip AI, yang diperkirakan akan terus tumbuh seiring adopsi teknologi AI di berbagai sektor.
Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Pasar chip AI di dalam negeri masih didominasi oleh produk impor, dan langkah akuisisi seperti ini bisa mempengaruhi rantai pasok global. Jika Qualcomm berhasil mengakuisisi Modular, potensi inovasi chip AI yang lebih efisien dan terjangkau bisa terbuka lebar, termasuk untuk kebutuhan industri lokal seperti manufaktur, transportasi, dan layanan keuangan yang mulai mengadopsi AI.
Meski demikian, negosiasi masih bisa berubah atau gagal. Baik Qualcomm maupun Modular belum memberikan komentar resmi. Bloomberg melaporkan bahwa pengumuman potensial bisa terjadi dalam beberapa pekan mendatang, namun detail kesepakatan masih bisa berubah. Pertanyaan besarnya, akankah langkah ini cukup untuk mengejar ketertinggalan Qualcomm dari Nvidia di pasar chip AI?



