Tinubu Resmikan Simpang Susun di Abuja: Janji Bangun Kepercayaan Lewat Infrastruktur
Baca dalam 60 detik
- Presiden Nigeria Bola Tinubu meresmikan simpang susun di Abuja yang menghubungkan distrik Jahi dan Gwarinpa, mengakhiri kemacetan kronis di kawasan tersebut.
- Proyek senilai miliaran naira ini merupakan bagian dari agenda 'Renewed Hope' yang menekankan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi pemulihan ekonomi dan kepercayaan publik.
- Menteri FCT Nyesom Wike membantah kritik bahwa pemerintah hanya fokus pada jalan, dengan menyebutkan proyek air bersih yang juga tengah digarap.

Presiden Nigeria Bola Tinubu menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di ibu kota Abuja bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya strategis untuk memulihkan kepercayaan warga terhadap pemerintah. Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan simpang susun baru yang menghubungkan Distrik Jahi dan Gwarinpa, Kamis lalu.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua Senat Godswill Akpabio, Tinubu mengakui bahwa kawasan itu selama bertahun-tahun menjadi titik kemacetan parah. "Persimpangan ini dulu membuat Abuja tercekik. Kemacetan membentang dari Maitama hingga Gishiri, dari Jahi hingga Gwarinpa. Berjam-jam waktu terbuang, bahan bakar terbuang, dan bisnis tertunda," ujarnya. Kini, dengan hadirnya simpang susun tersebut, akses antar distrik menjadi lebih lancar dan waktu tempuh dipangkas signifikan.
Proyek ini merupakan bagian dari agenda 'Renewed Hope' yang digagas Tinubu. Ia menekankan bahwa jalan adalah urat nadi perekonomian. "Ketika kita menghubungkan distrik, kita menghubungkan takdir. Itulah logika Renewed Hope: bangun jalan, buka ekonomi, dan biarkan rakyat Nigeria maju," tegasnya. Tinubu juga menyebut simpang susun Jahi/Gwarinpa sebagai bukti bahwa Nigeria tidak berada di luar batas perbaikan.
Menteri Federal Capital Territory (FCT), Nyesom Wike, yang menjadi motor penggerak proyek ini, mengungkapkan bahwa pemerintah Tinubu menunjukkan kepemimpinan dengan menyediakan pendanaan yang diperlukan untuk melanjutkan proyek yang sudah dirintis administrasi sebelumnya. "Bapak Presiden telah menunjukkan bahwa pemerintahan adalah kesinambungan. Tidak peduli siapa yang memberikan proyek. Yang penting adalah menyelesaikannya demi kemajuan masyarakat," kata Wike.
Wike juga menanggapi kritik dari partai oposisi African Democratic Congress (ADC) yang menuding pemerintah hanya membangun jalan di tengah kelaparan rakyat. Ia membantah tudingan itu dengan menyebutkan bahwa dua hari sebelumnya, Presiden telah meresmikan jaringan pasokan air Karu, dan akan meresmikan jaringan air lainnya di Bwari pada Juli mendatang. "Tidak benar bahwa kami hanya mengerjakan jalan. Itu tidak benar," tegasnya.
Menteri Negara FCT, Dr. Mariya Mahmoud, menambahkan bahwa simpang susun ini bukan hanya soal manajemen lalu lintas, tetapi juga menjadi penghubung penting antara komunitas, bisnis, dan peluang di seluruh Abuja. "Waktu tempuh akan berkurang drastis, akses ke pusat komersial meningkat, dan pergerakan barang serta orang menjadi lebih efisien," ujarnya.
Proyek ini dikerjakan secara bertahap. Richard Dauda, Pelaksana Tugas Sekretaris Eksekutif Otoritas Pembangunan Federal Capital, menjelaskan bahwa fase I (Maitama) dan fase II (Katampe) telah selesai. Fase III yang mencakup simpang susun yang baru diresmikan kini sudah beroperasi, sementara sisanya hingga Ring Road III sepanjang 7,25 kilometer akan diselesaikan dalam waktu dekat.
Keberhasilan proyek ini menjadi ujian bagi komitmen Tinubu dalam mewujudkan janji kampanyenya. Pertanyaan besarnya, akankah pembangunan infrastruktur ini berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat yang saat ini masih dilanda kesulitan ekonomi?



