Scaloni Lelah dengan Dominasi Messi: Sang Kapten Kini Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi mencetak dua gol ke gawang Austria, mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 18 gol.
- Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui kelelahan menghadapi pertanyaan terus-menerus tentang Messi, namun tetap memuji dedikasi sang kapten.
- Argentina sudah memastikan lolos ke babak gugur setelah dua kemenangan di Grup J, dan Scaloni optimistis timnya bisa bersaing dengan tim-tim besar.

Lionel Scaloni, pelatih tim nasional Argentina, mengaku mulai lelah dengan sorotan yang terus-menerus tertuju pada Lionel Messi. Pernyataan itu muncul setelah Messi mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Austria di Stadion Dallas, Senin (23/6) waktu setempat, yang sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Dua gol yang dicetak pemain Inter Miami itu membawa total koleksinya menjadi 18 gol di ajang Piala Dunia, melampaui rekor Miroslav Klose (16 gol) di kategori putra dan rekor Marta (17 gol) secara keseluruhan. Prestasi ini menjadikan Messi pemegang rekor tunggal gol terbanyak di turnamen sepak bola terbesar dunia.
"Ketika tim sedang kesulitan tanpa bola, dia bekerja keras, dia berhasil merebut bola. Anda bisa melihat tingkat komitmennya," ujar Scaloni tentang mantan rekan setimnya itu. "Ada alasan untuk itu, dia punya komitmen dan itulah yang dia hasilkan. Saya tidak punya kata-kata lagi untuk membicarakan Leo. Membicarakan dia terus-menerus membuat kami sedikit lelah."
Meski Messi sempat gagal mengeksekusi penalti pada menit kedelapan, ia menebusnya dengan membuka skor setengah jam kemudian. Gol tersebut memastikannya melampaui Klose sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia. Gol keduanya tercipta pada menit kelima waktu tambahan, menunjukkan determinasi tinggi sang kapten.
Pertandingan melawan Austria, yang dilatih Ralf Rangnick, tidak berjalan mudah bagi Argentina. Scaloni mengakui timnya kesulitan menguasai bola dan harus bekerja keras untuk mengatasi tekanan lawan. "Itu rumit," kata Scaloni. "Kami memiliki ketenangan pikiran yang kami butuhkan menjelang akhir. Saya sangat senang dengan penampilan Leo, dia mencetak gol lagi saat kami menderita."
Kemenangan ini memastikan Argentina lolos ke babak gugur sebagai juara Grup J. Scaloni optimistis timnya bisa menjadi penantang serius di fase akhir turnamen. "Piala Dunia ini tidak ada hubungannya dengan status unggulan atau pemain di tim nasional. Ada elemen lain yang berperan, seperti tingkat kebugaran dan faktor emosional," ujarnya.
"Ada begitu banyak tim yang bisa menang, salah satu tim besar akan menang. Kami akan ada di sana, kami akan menjadi salah satu penantang, tapi akan sulit menghadapi salah satu tim besar ini. Tapi akan sulit juga bagi mereka menghadapi kami," tegas Scaloni.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pencapaian Messi ini menjadi pengingat akan pentingnya dedikasi dan konsistensi di level tertinggi. Meski Argentina bukan tim favorit tradisional di Asia Tenggara, gaya bermain dan semangat juang Messi bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Indonesia yang bercita-cita menembus panggung dunia.
Ke depan, Argentina akan menghadapi lawan-lawan tangguh di babak gugur. Pertanyaan besarnya: mampukah Messi dan kawan-kawan mempertahankan performa dan membawa pulang trofi juara dunia untuk kedua kalinya secara beruntun? Atau akankah dominasi Messi mulai memudar di bawah sorotan yang tak henti-hentinya?



