Messi Ukir Rekor Baru: Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi mencetak dua gol ke gawang Austria, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 18 gol.
- Keputusan Messi membatalkan pensiun dari tim nasional pada 2016 membawa era emas Argentina, termasuk gelar Piala Dunia 2022 dan dua Copa America.
- Rekor Messi menimbulkan pertanyaan tentang ketergantungan Argentina padanya, namun sang kapten terus menunjukkan performa luar biasa di usia 39 tahun.

Lionel Messi kembali menuliskan namanya dalam lembaran sejarah sepak bola dunia. Pada laga Argentina melawan Austria, Senin (9/6/2026), ia mencetak dua gol yang membawanya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia, menggeser rekor Miroslav Klose yang bertahan selama bertahun-tahun. Prestasi ini semakin istimewa karena terjadi tepat 40 tahun setelah Diego Maradona mencetak dua gol dalam kemenangan Argentina atas Inggris di perempat final Piala Dunia 1986.
Perjalanan Messi menuju puncak rekor ini tidaklah mudah. Pada 2016, setelah Argentina kembali gagal di final Copa America, ia mengumumkan pensiun dari tim nasional. Kekecewaan akibat kegagalan demi kegagalan membuatnya merasa cukup. Namun, keputusan untuk kembali membela Argentina justru menjadi titik balik. Bersama La Albiceleste, Messi memenangkan Copa America 2021 dan 2024, serta mengangkat trofi Piala Dunia 2022 di Qatar. Kini, di usianya yang mendekati 39 tahun, ia masih menjadi andalan utama.
Dalam pertandingan melawan Austria, Messi memulai dengan buruk: tendangan penaltinya pada menit kedelapan meleset. Namun, ia bangkit dengan gol indah dari permainan terbuka pada menit ke-38, disusul gol kedua di masa injury time babak kedua. Dua gol itu membuat koleksinya menjadi 18 gol dalam 28 penampilan di Piala Dunia. Sebuah angka yang sulit dibayangkan saat ia memutuskan pensiun satu dekade lalu.
Komentator BBC, Steve Bower, menyebut momen ini sebagai "another immortal Messi moment". Sementara jurnalis sepak bola Spanyol, Guillem Balague, mengatakan bahwa Messi tidak perlu lagi berlari kencang atau mengandalkan kecepatan untuk melewati lawan. "Ia melakukannya dengan kecerdasan. Saya pikir kita akan melihatnya bermain empat tahun lagi," ujar Balague. Mantan pemain Inggris, Danny Murphy, menambahkan bahwa kecerdasan sepak bola Messi berada di luar nalar biasa. "Ia selalu menemukan ruang dan timing-nya sempurna. Ini pemain terbaik yang pernah saya lihat," katanya.
Namun, di balik gemilangnya Messi, muncul pertanyaan: apakah Argentina terlalu bergantung padanya? Mantan striker Inggris, Chris Sutton, mengingatkan bahwa pelatih Lionel Scaloni mungkin ingin pemain lain ikut menyumbang gol. "Mereka tidak bisa hanya mengandalkan Messi, atau bisakah?" ujarnya. Meski demikian, Messi membuktikan bahwa ia masih menjadi pembeda. Dari lima gol Argentina di Piala Dunia 2026, semuanya dicetak olehnya.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, pencapaian Messi menjadi pengingat akan pentingnya konsistensi dan dedikasi. Di tengah hiruk-pikuk liga domestik dan Eropa, kisah Messi menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berprestasi. Pertandingan Argentina selanjutnya melawan Yordania akan menjadi panggung berikutnya bagi Messi untuk menambah rekor, termasuk kemungkinan menyamai atau melampaui catatan assist Maradona (8 assist) di Piala Dunia.
Dengan Argentina sudah dipastikan lolos ke babak 32 besar, publik menanti apakah Messi masih akan menambah pundi-pundi golnya. Satu hal yang pasti: setiap penampilannya kini menjadi sejarah yang patut disaksikan.



