Tottenham Berburu Pewaris Mousa Dembele: Mateus Fernandes Jadi Target Utama
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur tengah menjajaki transfer Mateus Fernandes dari West Ham United, dengan nilai sekitar £80 juta.
- Gelandang Portugal berusia 21 tahun itu dinilai memiliki kemiripan gaya dengan legenda Spurs, Mousa Dembele, terutama dalam hal dribel dan duel.
- Manchester United juga ikut bersaing, namun Spurs disebut lebih agresif dalam negosiasi dengan agen Jorge Mendes.

Tottenham Hotspur belum menyerah mencari pengganti ideal Mousa Dembele di lini tengah. Klub London Utara itu kini dikabarkan serius memburu Mateus Fernandes, gelandang muda West Ham United yang dianggap memiliki karakteristik permainan mirip dengan mantan bintang Belgia tersebut.
Setelah musim lalu yang nyaris berujung degradasi—finis di peringkat ke-17 dengan tiga pelatih berbeda—Spurs bertekad bangkit. Kunci keselamatan mereka ada di tangan Roberto De Zerbi, yang sukses membawa tim menjauh dari zona merah berkat kemenangan 1-0 atas Everton di laga pamungkas. Kini, manajemen Spurs berencana belanja besar-besaran, dengan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes masuk dalam daftar prioritas.
Menurut jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, Spurs telah melakukan pembicaraan dengan agen Fernandes, Jorge Mendes. "Tottenham mendorong untuk mencapai kesepakatan, tetapi belum ada yang dijamin," ujar Romano melalui kanal YouTube-nya. Ia menambahkan bahwa Manchester United juga bekerja keras di sisi klub dan pemain, sehingga persaingan diprediksi ketat.
West Ham membanderol pemain asal Portugal itu sekitar £80 juta, sementara MU berharap bisa menebusnya dengan £65 juta. Angka tersebut mencerminkan potensi besar Fernandes yang baru berusia 21 tahun. Musim lalu, ia mencatatkan rata-rata 3,07 tekel per 90 menit dan 5,92 duel per 90 menit—hanya sedikit di bawah catatan Dembele di masa jayanya.
Yang membuat Fernandes menarik adalah kemiripan gayanya dengan Mousa Dembele. Mantan pemain Spurs itu dikenal sebagai gelandang kuat dalam duel, lincah menggiring bola, dan sulit dihentikan saat membawa bola ke depan. Kyle Walker pernah menyebut Dembele sebagai pemain terbaik yang pernah dilihatnya, sementara Eric Dier menjulukinya "freak of nature". Fernandes, meski belum sekelas Dembele, menunjukkan atribut serupa: kemampuan membawa bola melewati garis lawan dan memenangkan duel. Musim lalu, tak ada gelandang lain yang memiliki rasio jarak progressive carry lebih tinggi selain Declan Rice.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perburuan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League berlomba merekrut talenta muda potensial. Fernandes, yang juga keturunan Portugal, bisa menjadi role model bagi pemain muda Asia Tenggara yang bercita-cita menembus liga top Eropa. Jika Spurs berhasil mendatangkannya, ini akan menjadi sinyal bahwa mereka serius kembali ke papan atas.
Pengamat sepak bola Joost van der Leij bahkan menjuluki Fernandes sebagai "superstar" masa depan. Pertanyaannya, mampukah Tottenham memenangkan persaingan dengan Manchester United, yang juga memiliki daya tarik dan sumber daya finansial besar? Ataukah West Ham akan mempertahankan aset berharganya dengan menaikkan banderol? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah bursa transfer musim panas ini.



