Thomas Partey Siap Tampil Lawan Inggris Usai Gagal Masuk Kanada
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Ghana Thomas Partey akan bermain melawan Inggris setelah sebelumnya ditolak masuk Kanada karena kasus hukum di Inggris.
- Partey mengaku siap secara mental dan fisik meskipun menghadapi tuduhan pidana yang akan disidangkan tahun depan.
- Pertandingan persahabatan ini menjadi ujian bagi Ghana sebelum Piala Dunia 2026, dengan pelatih Queiroz menyebut timnya termotivasi penuh.

Gelandang tim nasional Ghana, Thomas Partey, menegaskan kesiapannya untuk tampil dalam laga persahabatan melawan Inggris di Boston, Selasa (20/6) waktu setempat, setelah sebelumnya gagal memasuki Kanada untuk pertandingan pembuka Piala Dunia. Pemain berusia 33 tahun itu mengaku kondisi fisik dan mentalnya prima meskipun tengah menghadapi proses hukum di Inggris.
Partey, yang kini membela Villarreal, melewatkan kemenangan Ghana atas Panama pekan lalu karena larangan masuk Kanada. Otoritas imigrasi Kanada menolaknya setelah Partey menyatakan tidak pernah ditangkap atau didakwa, padahal ia tengah menghadapi tujuh dakwaan pemerkosaan dan satu tuduhan kekerasan seksual yang melibatkan empat perempuan berbeda antara 2020 dan 2022. Partey telah menyatakan tidak bersalah dan akan menjalani persidangan tahun depan.
"Ini bagian dari sepak bola. Hal-hal di luar lapangan kadang di luar kendali. Saat ini saya merasa baik dan siap bermain," ujar Partey dalam konferensi pers. Pernyataan itu muncul setelah otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) memastikan bahwa Partey diizinkan masuk ke Amerika Serikat karena belum terbukti bersalah. "Kami mengetahui kasus pengadilan yang tertunda, namun karena ia belum dihukum, visa tetap diberikan," demikian pernyataan CBP pekan lalu.
Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, menilai timnya dalam kondisi termotivasi penuh menghadapi Inggris. "Ini jenis pertandingan termudah karena saat Anda akan melawan Inggris, Prancis, atau Jerman, Anda tidak perlu bicara apa pun kepada pemain. Semua sudah fokus dan ingin tampil baik," kata Queiroz. Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan Ghana menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kasus Partey menjadi pengingat bahwa proses hukum di negara lain bisa berdampak langsung pada karier pemain, terutama saat bepergian antarnegara. Indonesia sendiri memiliki aturan ketat terkait izin masuk bagi warga negara asing yang memiliki catatan kriminal. Ke depan, keputusan pengadilan Inggris akan menentukan apakah Partey bisa terus bermain di level internasional atau justru menghadapi konsekuensi lebih serius.
Dengan status yang masih menggantung, mampukah Partey tetap tampil konsisten bersama Ghana? Ataukah kasus ini akan menjadi beban yang mengganggu performanya di lapangan? Jawabannya baru akan diketahui setelah persidangan tahun depan.



