Madonna: David Bowie Mengajarkanku untuk Tidak Peduli pada Opini Orang Lain
Baca dalam 60 detik
- Madonna mengakui bahwa sikap cuek dan berani tampil beda yang ia tunjukkan selama ini banyak dipengaruhi oleh David Bowie.
- Dalam wawancara dengan Interview Magazine, ia mengaku sering bertanya 'Apa yang akan dilakukan David Bowie?' saat merasa ragu.
- Pengaruh Bowie paling terasa di album Confessions on a Dance Floor, yang menjadi simbol kebebasan berekspresi di lantai dansa.

Bagi Madonna, David Bowie bukan sekadar idola musik—ia adalah kompas moral yang membentuk keberaniannya untuk tampil tanpa rasa takut. Dalam wawancara terbaru dengan Interview Magazine, diva pop berusia 67 tahun itu mengungkapkan bagaimana sosok Bowie membantunya melewati masa-masa sulit di bangku sekolah, sekaligus menjadi fondasi dari persona panggungnya yang ikonik.
Madonna menceritakan bahwa di masa remaja, ia sering merasa terasing dan jarang diundang ke pesta dansa karena dianggap terlalu menakutkan oleh teman-teman prianya. Alih-alih merasa terpuruk, ia justru memilih datang sendirian dan menari sesuka hati. "Saya akan bertanya pada diri sendiri, 'Apa yang akan dilakukan David Bowie?' Dan jawabannya selalu sama: dia tidak akan peduli sama sekali," ujar Madonna.
Pengaruh Bowie tidak berhenti pada sikap mental semata. Madonna mengagumi cara Bowie menyalurkan sisi femininnya, gaya berpakaiannya, serta pengetahuannya yang luas tentang seni dan spiritualitas. "Tidak ada yang seperti dia. Dia benar-benar tidak peduli dengan cara yang paling cerdas," kenangnya. Semangat itulah yang kemudian ia tuangkan ke dalam album Confessions on a Dance Floor, yang melahirkan hits seperti "Hung Up", "Sorry", dan "Get Together".
Menariknya, meski telah menjadi salah satu artis terlaris sepanjang masa, Madonna mengaku masih sulit memahami mengapa ia begitu populer. Namun, di atas lantai dansa, semua keraguan itu sirna. "Di luar sana, di lantai dansa, saya merasa sangat bebas. Saya pikir itu berlaku bagi banyak orang. Ini seperti mengundang mereka kembali ke kondisi pikiran yang bebas," katanya.
Bagi penggemar musik di Indonesia, pengakuan Madonna ini menjadi pengingat bahwa keberanian untuk berbeda sering kali lahir dari kekaguman pada figur yang lebih dulu berani melawan arus. Di tengah industri musik Tanah Air yang terus berkembang, semangat Bowie—yang diwariskan kepada Madonna—bisa menjadi inspirasi bagi musisi lokal untuk tidak takut mengeksplorasi identitas artistik mereka. Pertanyaannya, siapakah sosok Bowie versi Indonesia yang akan lahir dari generasi berikutnya?



