Gangguan Global X Meluas: Lebih dari 25.000 Laporan di AS, Layanan Kembali Pulih
Baca dalam 60 detik
- Platform media sosial X milik Elon Musk mengalami gangguan global pada Senin (22/6) yang memuncak dengan lebih dari 25.000 laporan masalah di Amerika Serikat.
- Downdetector mencatat lonjakan laporan dari Kanada dan Inggris, meskipun jumlah pengguna terdampak bisa lebih tinggi dari data yang terlihat.
- Penyebab gangguan belum diumumkan secara resmi, sementara pengamat menilai insiden ini kembali menguji keandalan infrastruktur digital X di tengah transformasi platform.

Platform media sosial X, yang dimiliki oleh Elon Musk, kembali mengalami gangguan global pada Senin (22/6) pagi waktu setempat, memicu lebih dari 25.000 laporan masalah dari pengguna di Amerika Serikat sebelum layanan berangsur pulih. Insiden ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur digital yang menopang salah satu jejaring sosial terbesar di dunia.
Menurut data dari Downdetector.com, situs pemantau gangguan yang mengumpulkan laporan dari berbagai sumber, lonjakan keluhan dimulai sekitar pukul 09.00 ET (pukul 20.00 WIB). Puncaknya, tercatat 25.000 laporan dari pengguna di AS, sebelum menurun drastis menjadi sekitar 620 laporan beberapa jam kemudian. Di Kanada, jumlah laporan merosot dari lebih dari 3.400 menjadi hanya sekitar 30, sementara Inggris mencatat penurunan dari puncak 9.000 laporan.
Meskipun data Downdetector memberikan gambaran awal, angka sebenarnya pengguna yang terdampak bisa berbeda karena laporan bersifat sukarela dari pengguna. Hingga berita ini ditulis, SpaceX—perusahaan yang menaungi X—belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab gangguan. Reuters telah menghubungi pihak X untuk dimintai konfirmasi, namun belum mendapat respons.
Gangguan ini terjadi di tengah transformasi besar-besaran yang dilakukan Elon Musk sejak mengakuisisi Twitter dan mengubahnya menjadi X. Perubahan kebijakan, pemutusan hubungan kerja massal, dan perombakan infrastruktur teknis kerap dikaitkan dengan meningkatnya frekuensi gangguan. Bagi pengguna di Indonesia, yang termasuk salah satu basis pengguna X terbesar di Asia Tenggara, insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan keandalan platform untuk komunikasi publik dan bisnis.
Menurut analis teknologi dari Lembaga Riset Digital Nusantara, Andi Pratama, gangguan semacam ini bisa berdampak pada kepercayaan pengguna dan pengiklan. “X saat ini berada di persimpangan. Di satu sisi, mereka ingin efisiensi, di sisi lain, stabilitas layanan adalah harga mati. Jika gangguan terus berulang, pengguna bisa beralih ke platform alternatif seperti Threads atau Bluesky,” ujarnya.
Ke depan, pertanyaan besar yang mengemuka adalah apakah X mampu menjaga keandalan layanan di tengah tekanan finansial dan operasional. Dengan tidak adanya penjelasan resmi dari pihak X, spekulasi mengenai penyebab gangguan—mulai dari kegagalan server hingga serangan siber—masih terus bergulir. Satu hal yang pasti: setiap menit downtime berarti potensi kerugian reputasi dan pendapatan yang tidak sedikit.



