Lewis Ferguson: Dari Pelapis Menjadi Pilar Skotlandia di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Lewis Ferguson tampil menonjol sebagai gelandang bertahan Skotlandia setelah cedera Billy Gilmour, dengan catatan 76 kali menerima umpan dalam satu laga.
- Peran barunya membatasi serangan, namun membuka peluang bagi Kenny McLean untuk dimainkan bersama Ferguson melawan Brasil.
- Skotlandia hanya butuh satu poin dari Brasil untuk lolos ke fase gugur, dengan Ferguson sebagai kunci pertahanan.

Lewis Ferguson, gelandang Bologna yang baru genap 26 caps bersama Skotlandia, menjelma menjadi pemain paling berpengaruh dalam skuad asuhan Steve Clarke di Piala Dunia 2026. Dua laga awal Grup C membuktikan bahwa pemain 25 tahun ini mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Billy Gilmour yang cedera, sekaligus keluar dari bayang-bayang Scott McTominay dan John McGinn.
Perjalanan Ferguson tidak instan. Delapan tahun lalu, ia baru saja meninggalkan Hamilton Academical, klub kecil Lanarkshire. Kini, setelah sukses di Aberdeen dan empat musim di Serie A bersama Bologna—bahkan menjadi kapten—ia menjadi andalan di lini tengah Skotlandia. Namun, peluang internasionalnya sempat terbatas karena banyaknya talenta di posisinya. Cedera Gilmour dalam laga uji coba melawan Curacao membuka pintu baginya untuk mengisi peran gelandang jangkar di belakang McTominay.
Peran baru ini memaksa Ferguson untuk lebih banyak bekerja keras di lini belakang, mengurangi insting menyerangnya. Dalam laga melawan Maroko, ia mengakui bahwa dirinya menikmati tugas "kotor" tersebut. "Melindungi pemain di belakang, memberi umpan ke depan, tekel, duel—itu bagian dari permainan saya," ujarnya kepada BBC Scotland. Namun, mantan pemain timnas Skotlandia Leanne Crichton menilai bahwa peran ini sedikit menghilangkan kekuatan Ferguson sebagai gelandang box-to-box. "Dia tidak bisa memecah garis pertahanan lawan sebebas biasanya," kata Crichton.
Keluarga Ferguson memiliki darah sepak bola yang kental. Ayahnya, Derek, adalah mantan gelandang Rangers dan Sunderland dengan dua caps Skotlandia. Pamannya, Barry Ferguson, adalah kapten Rangers dan Skotlandia yang legendaris. Lewis mengaku bahwa sang ayah menjadi panutan utama dalam kariernya, terutama saat ia dilepas Rangers di usia muda. "Dia yang membuat saya percaya bahwa dengan kerja keras saya bisa menjadi pemain profesional dan mencapai Piala Dunia," kenang Ferguson.
Menatap laga penentu melawan Brasil di Miami, Skotlandia hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan langkah ke babak berikutnya. Crichton memperkirakan bahwa Clarke mungkin akan memainkan Ferguson bersama Kenny McLean untuk memberikan lebih banyak kebebasan bagi Ferguson. "Pasangan itu bisa menjadi kunci untuk memanfaatkan bola dan membebaskan Ferguson," ujarnya. Pertanyaannya, apakah Skotlandia berani mengambil risiko dengan formasi lebih ofensif, atau justru bertahan mati-matian melawan raksasa lima kali juara dunia? Jawabannya akan menentukan nasib tim tartan army di turnamen ini.



