Wayne Rooney Akui Penuh Penyesalan, Tak Berniat Kembali ke Bangku Pelatih
Baca dalam 60 detik
- Legenda Manchester United dan Inggris, Wayne Rooney, mengaku tidak melihat dirinya kembali melatih dalam waktu dekat setelah serangkaian kegagalan.
- Penyesalan terbesarnya adalah menerima jabatan di Birmingham City pada 2023, yang berakhir dengan pemecatan hanya dalam 83 hari.
- Rooney kini menjadi pengamat untuk BBC pada Piala Dunia 2026, meninggalkan dunia kepelatihan yang dianggapnya penuh tekanan.

Wayne Rooney, mantan striker Manchester United dan timnas Inggris, secara blak-blakan mengakui bahwa karier kepelatihannya dipenuhi penyesalan. Dalam sesi tanya jawab Reddit bersama BBC Sport, pria berusia 40 tahun itu menyatakan bahwa ia tidak bisa membayangkan dirinya kembali duduk di bangku pelatih dalam waktu dekat.
Perjalanan Rooney sebagai manajer dimulai di Derby County pada Januari 2021. Meski sempat sukses sebagai pelatih sementara, masa jabatannya di Pride Park dibayangi masalah keuangan klub yang berujung degradasi ke League One pada Juni 2022. Ia kemudian pindah ke DC United di Amerika Serikat selama 15 bulan, sebelum menerima tawaran dari Birmingham City pada Oktober 2023.
Keputusan tersebut menjadi titik balik kelam. Rooney dipecat hanya 83 hari setelah ditunjuk, dengan catatan sembilan kekalahan dalam 15 pertandingan. Birmingham, yang sebelumnya duduk di peringkat keenam Championship di bawah John Eustace, merosot ke posisi ke-20 sebelum Rooney dipecat. "Penyesalan terbesar saya adalah pekerjaan di Birmingham City, dalam hal waktu ketika saya mengambil alih dari John Eustace," ujarnya.
Setelah dipecat dari Birmingham, Rooney sempat menyatakan butuh waktu untuk pulih dan berencana mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya. Namun, dua setengah tahun kemudian, pikirannya berubah. "Mungkin tidak. Tentu, saya tidak pernah menutup pintu dan tidak pernah berkata tidak, tetapi saat iniโdi mana saya sekarang, kondisi pikiran sayaโsaya tidak akan melakukannya," katanya.
Pekerjaan terakhir Rooney adalah di Plymouth Argyle pada musim 2024-2025. Ia hengkang melalui kesepakatan bersama setelah hanya meraih empat kemenangan dan 13 kekalahan dalam 23 pertandingan Championship. Seperti Birmingham, Plymouth pun terdegradasi ke League One.
Meski menutup pintu untuk kembali melatih, Rooney tidak sepenuhnya meninggalkan sepak bola. Pada Januari lalu, ia menyebut akan menjadi "no-brainer" jika diminta bergabung dengan staf kepelatihan Manchester United di bawah Michael Carrick. Namun, hingga saat ini tawaran itu belum datang. Rooney kini aktif sebagai pengamat di BBC untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Rooney menjadi pengingat bahwa transisi dari pemain bintang ke pelatih tidak selalu mulus. Banyak legenda seperti Rooney, Steven Gerrard, atau Frank Lampard yang gagal mempertahankan reputasi di bangku pelatih. Tekanan ekspektasi yang tinggi, kurangnya pengalaman, dan manajemen klub yang tidak stabil menjadi faktor umum kegagalan mereka. Pertanyaan besarnya: akankah ada klub yang berani memberikan Rooney kesempatan keempat, ataukah ia akan selamanya menjadi pengamat di studio?



