Duel Dua Eks Pelatih: Conte atau Mancini untuk Kursi Pelatih Timnas Italia?
Baca dalam 60 detik
- Antonio Conte dan Roberto Mancini menjadi kandidat utama pelatih Timnas Italia setelah FIGC menggelar pemilihan presiden baru.
- Mancini sempat dikabarkan hampir pasti kembali menukangi Gli Azzurri, namun Conte kini ikut dalam perhitungan setelah laporan media Italia.
- Keputusan akhir akan melibatkan Paolo Maldini sebagai direktur teknis, yang telah menerima tawaran dari FIGC.

Persaingan memperebutkan kursi pelatih Timnas Italia kembali memanas setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi memiliki presiden baru. Dua nama besar, Antonio Conte dan Roberto Mancini, disebut-sebut sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan posisi yang sempat kosong tersebut.
Laporan dari media Italia, Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera, mengungkapkan bahwa Giovanni Malagรฒ, yang baru terpilih sebagai presiden FIGC, telah mulai melakukan pendekatan informal kepada Mancini. Mantan pelatih yang membawa Italia juara Euro 2020 itu dikabarkan hampir pasti kembali menangani Gli Azzurri untuk kedua kalinya. Namun, dalam beberapa hari terakhir, nama Conte juga muncul sebagai opsi kuat setelah serangkaian pertemuan tertutup.
Kedua pelatih memiliki rekam jejak yang mentereng. Conte sukses membawa Italia ke perempat final Euro 2016 dan berjaya bersama Juventus serta Inter Milan di level klub. Sementara Mancini, selain gelar Euro, juga pernah menangani Manchester City dan Zenit St. Petersburg. Perbedaan filosofi permainan menjadi faktor pembeda: Conte dikenal dengan pendekatan pragmatis dan disiplin taktis, sedangkan Mancini lebih mengedepankan penguasaan bola dan serangan balik cepat.
Keputusan akhir tidak hanya bergantung pada presiden FIGC, tetapi juga akan melibatkan direktur teknis yang baru. Malagรฒ dikabarkan ingin menunjuk Paolo Maldini, legenda AC Milan, untuk posisi tersebut. Maldini telah menerima tawaran dan diyakini akan memberikan masukan signifikan dalam pemilihan pelatih. Kolaborasi antara presiden, direktur teknis, dan pelatih menjadi kunci untuk membangun kembali Timnas Italia yang sempat gagal lolos ke Piala Dunia 2022.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, persaingan ini menarik untuk diikuti karena kedua pelatih memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Conte dan Mancini sama-sama pernah melatih pemain-pemain bintang yang dikenal di Liga Italia, yang kerap disiarkan langsung di Indonesia. Siapa pun yang terpilih, tantangan terbesar adalah mengembalikan kejayaan Italia di kancah internasional, terutama setelah kegagalan di Piala Dunia 2022 dan performa inkonsisten di Euro 2024.
FIGC dihadapkan pada pilihan sulit: memilih pengalaman Mancini yang sudah terbukti atau energi baru dari Conte yang dikenal sebagai motivator ulung. Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Italia harus segera menemukan formula tepat untuk bersaing kembali. Pertanyaan besarnya: akankah FIGC berani mengambil risiko dengan Conte, atau kembali ke pelukan Mancini yang sudah terbukti membawa gelar?



