City Bayar €20 Juta ke Chelsea untuk Tebus Enzo Maresca, Gantikan Guardiola
Baca dalam 60 detik
- Manchester City setuju membayar €20 juta ke Chelsea untuk mengakhiri kontrak Enzo Maresca, yang akan menjadi pelatih anyar menggantikan Pep Guardiola.
- Maresca sebelumnya hengkang dari Chelsea pada Januari 2026 karena perbedaan pandangan soal manajemen klub, meski sukses meraih trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub.
- Kesepakatan ini membuka jalan bagi Maresca menandatangani kontrak tiga tahun di Etihad Stadium, mengulang sinergi yang pernah terjalin saat ia menjadi asisten Guardiola.

Manchester City resmi menebus Enzo Maresca dari Chelsea dengan mahar €20 juta, membuka jalan bagi pelatih asal Italia itu untuk duduk di kursi panas Etihad Stadium menggantikan Pep Guardiola. Kesepakatan yang diumumkan oleh pakar transfer Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, pada hari ini menandai akhir dari spekulasi panjang mengenai suksesor Guardiola yang telah menjadi rahasia umum sejak musim lalu.
Maresca bukanlah nama asing di lingkungan City. Ia pernah menjadi asisten Guardiola pada musim 2022-2023, sebelum kemudian menimba pengalaman sebagai manajer utama di Leicester City—sukses membawa The Foxes promosi ke Premier League—dan akhirnya menangani Chelsea pada musim panas 2024. Namun, masa baktinya di Stamford Bridge hanya bertahan hingga 1 Januari 2026, ketika ia memutuskan hengkang secara mendadak. Sumber internal menyebut keputusan itu dipicu ketidaksepahaman dengan manajemen klub mengenai arah kebijakan dan pengambilan keputusan di belakang layar.
Meski hanya setahun setengah memimpin The Blues, Maresca berhasil mempersembahkan dua trofi: Liga Conference UEFA dan Piala Dunia Antarklub edisi 2025. Namun, prestasi itu tak cukup untuk mengamankan dukungan penuh dari petinggi klub. Kontraknya yang masih tersisa membuat proses pemisahan tidak bisa dilakukan secara sepihak, sehingga City harus bernegosiasi dengan Chelsea untuk mencapai kesepakatan pemutusan kontrak secara mutual. Hasilnya, kedua klub setuju pada angka kompensasi sekitar €20 juta—jumlah yang dianggap wajar mengingat reputasi Maresca yang tengah naik daun.
Bagi Manchester City, langkah ini bukan sekadar rekrutmen pelatih, melainkan investasi jangka panjang untuk mempertahankan dominasi di Premier League dan Eropa. Guardiola, yang kontraknya diperkirakan berakhir pada 2027, telah membangun fondasi kuat yang kini akan diwariskan kepada mantan anak buahnya. Maresca dianggap sebagai figur ideal karena memahami filosofi permainan City dan memiliki rekam jejak membangun tim dari bawah. Di sisi lain, Chelsea harus merelakan pelatih yang baru saja memberi mereka gelar internasional, namun hal itu mungkin menjadi harga yang harus dibayar atas ketidakstabilan manajerial yang selama ini menghantui klub.
Dari perspektif sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik untuk dicermati. Maresca, yang sempat dikaitkan dengan beberapa klub Eropa lainnya, memilih kembali ke City—sebuah keputusan yang menunjukkan betapa kuatnya ikatan antara Guardiola dan para mantan asistennya. Fenomena ini mengingatkan pada suksesi pelatih di level tertinggi, di mana kesinambungan taktik dan budaya klub menjadi prioritas. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, kisah Maresca bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya kesabaran dan visi jangka panjang dalam membangun sebuah era, sesuatu yang kerap terabaikan di kompetisi domestik yang cenderung instan.
Dengan rampungnya negosiasi ini, Maresca tinggal menunggu pengumuman resmi untuk menandatangani kontrak tiga tahun. Pertanyaan selanjutnya adalah: akankah ia mampu mempertahankan standar tinggi yang telah ditetapkan Guardiola, atau justru menjadi bagian dari siklus 'mantan asisten yang gagal'? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti—langkah City ini telah mengirim sinyal kuat bahwa mereka tidak main-main dalam menjaga tahta.



