Pertarungan Puncak Grup J: Argentina vs Austria, Lautaro Martinez Jadi Andalan Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Argentina dan Austria berebut posisi puncak Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas, dengan pemenang hampir pasti lolos ke babak 32 besar.
- Lautaro Martinez kembali menjadi tandem Lionel Messi di lini depan Argentina, sementara Austria mengandalkan soliditas lini tengah dan pengalaman Ralf Rangnick.
- Laga ini juga menjadi momen emosional bagi Argentina yang memperingati 40 tahun gol 'Tangan Tuhan' Diego Maradona.

Pertandingan penentu puncak klasemen Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Austria akan berlangsung di Dallas, Kamis dini hari WIB. Tim yang memenangkan laga ini dipastikan mengamankan tiket ke babak 32 besar, menyusul kemenangan impresif kedua tim di laga perdana.
Argentina datang dengan modal kemenangan telak 3-0 atas Aljazair berkat hat-trick Lionel Messi. Sementara Austria juga tampil meyakinkan setelah menekuk Yordania 3-1. Pertemuan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim untuk membuktikan diri sebagai kandidat kuat di turnamen.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni hanya melakukan satu perubahan dari susunan pemain sebelumnya: Nahuel Molina menggantikan Gonzalo Montiel di posisi bek kanan. Duet Lautaro Martinez dan Messi di lini depan tetap menjadi andalan, sementara bakat muda Como, Nico Paz, masih menunggu kesempatan dari bangku cadangan. Bagi Martinez, laga ini menjadi peluang untuk mencetak gol pertamanya di turnamen setelah absen di laga pembuka.
Di kubu Austria, kehadiran pelatih Ralf Rangnick menjadi nilai tambah. Rangnick baru saja menandatangani kontrak baru setelah sempat didekati AC Milan untuk menjadi direktur teknis. Keputusan ini memberikan stabilitas bagi tim yang tengah membangun identitas permainan modern. Eks striker Inter Milan, Marko Arnautovic, yang kini berusia 37 tahun, masih menjadi ancaman dari bangku cadangan. Sementara bek Venezia, Michael Svoboda, yang baru promosi ke Serie A, juga siap diturunkan.
Laga ini juga memiliki nuansa historis bagi Argentina. Tepat 40 tahun lalu, Diego Maradona mencetak gol kontroversial 'Tangan Tuhan' saat melawan Inggris di Piala Dunia 1986. Momen tersebut menjadi bagian dari legenda sepak bola Argentina yang kini coba diteruskan oleh generasi Messi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pertandingan ini menarik untuk disaksikan karena mempertemukan dua gaya bermain berbeda: Argentina dengan kreativitas individu dan Austria dengan disiplin taktik ala Eropa. Selain itu, performa pemain-pemain yang pernah merumput di Serie A seperti Lautaro Martinez, Arnautovic, dan bek Como Stefan Posch yang menjadi starter Austria, bisa menjadi referensi bagi pecinta Liga Italia di Tanah Air.
Dengan kemenangan, salah satu tim akan mengunci posisi puncak grup dan menghindari calon lawan berat di babak selanjutnya. Pertanyaannya, mampukah Austria menghentikan mesin gol Argentina atau justru Messi dkk yang akan menunjukkan kelasnya?



