Sony Tegaskan PS6 Tak Akan Ditunda Meski Harga Komponen Meroket
Baca dalam 60 detik
- Sony dipastikan tidak akan menunda peluncuran PlayStation 6 meskipun harga memori dan penyimpanan melonjak.
- Keputusan ini didasari kontrak mahal yang sudah diteken dengan pemasok komponen dan ketidakpastian penurunan harga di masa depan.
- PlayStation diperkirakan akan menghentikan produksi PS5 pada akhir 2027 untuk memberi jalan bagi PS6.

Di tengah tekanan kenaikan harga komponen memori dan penyimpanan yang membuat biaya produksi perangkat elektronik membengkak, Sony dilaporkan tetap berpegang pada jadwal peluncuran PlayStation 6 (PS6) tanpa penundaan. Keputusan ini diambil meskipun banyak pengamat industri memperkirakan konsol generasi berikutnya bisa mundur hingga 2030.
Informasi tersebut disampaikan oleh KeplerL2, seorang pembocor yang dikenal akurat soal perangkat keras, khususnya produk AMDโmitra Sony dalam merancang chip PS6. Menurutnya, menunda konsol yang sudah hampir rampung justru tidak masuk akal secara bisnis. Kontrak mahal dengan pemasok komponen telah ditandatangani, dan tidak ada jaminan harga akan turun signifikan pada 2030.
Kenaikan harga komponen memang menjadi momok bagi produsen elektronik global. Biaya produksi yang melonjak membuat harga jual produk sulit dijangkau konsumen kelas menengah. Situasi ini memicu spekulasi bahwa Sony mungkin menunda PS6 hingga 2028, 2029, atau bahkan 2030. Namun, insider tersebut menegaskan bahwa Sony tidak memiliki rencana untuk menggeser jadwal yang sudah ditetapkan.
Bagi pasar Indonesia, keputusan ini memiliki implikasi langsung. Konsol game seperti PlayStation masih menjadi primadona di kalangan gamer Tanah Air, meskipun harganya terus merangkak naik. Jika PS6 diluncurkan sesuai jadwal, kemungkinan besar harga jualnya akan lebih tinggi dari PS5 saat pertama kali dirilis. Hal ini bisa memicu pergeseran preferensi konsumen ke platform lain, seperti PC gaming atau layanan cloud gaming yang mulai marak di Indonesia.
Selain itu, keputusan Sony untuk mempertahankan jadwal PS6 juga mencerminkan strategi agresif dalam persaingan dengan Microsoft. Xbox Series X/S sudah lebih dulu beredar, dan Microsoft gencar mengakuisisi studio game serta layanan Game Pass. Dengan meluncurkan PS6 lebih awal, Sony berharap bisa mempertahankan dominasi pasar sebelum kompetitor menyiapkan konsol generasi berikutnya.
โMenunda konsol yang sudah hampir jadi tidak akan menguntungkan. Kontrak dengan pemasok sudah diteken, dan harga komponen belum tentu turun di masa depan,โ ujar KeplerL2 dalam pernyataannya.
Ke depannya, pertanyaan besar yang mengemuka adalah seberapa besar dampak kenaikan harga komponen terhadap harga jual PS6. Apakah Sony akan menanggung sebagian biaya produksi atau membebankannya sepenuhnya kepada konsumen? Keputusan ini akan menentukan daya saing PS6 di pasar global, termasuk Indonesia, di mana daya beli konsumen masih menjadi faktor krusial.



