Gelombang PHK di Xbox Mulai: Compulsion Games Kena Dampak, Nasib Studio Lain Terancam
Baca dalam 60 detik
- Compulsion Games, pengembang South of Midnight, menjadi studio pertama yang mengalami PHK massal dalam restrukturisasi besar Xbox yang dijadwalkan pada Juli 2026.
- Para mantan karyawan telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja melalui LinkedIn, menimbulkan spekulasi bahwa studio tersebut mungkin tidak akan bertahan.
- Studio lain seperti Ninja Theory dan Double Fine juga disebut-sebut berada dalam risiko, menandai gelombang efisiensi besar-besaran di lini first-party Microsoft.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di lingkungan Xbox akhirnya mulai terlihat nyata. Compulsion Games, studio di balik game yang tengah dinanti South of Midnight, menjadi yang pertama menerima dampak langsung dari rencana restrukturisasi besar Microsoft. Sejumlah mantan karyawan telah mengumumkan kepergian mereka melalui LinkedIn, menandai awal dari babak baru yang mencemaskan bagi ekosistem game first-party Xbox.
Kabar ini muncul di tengah spekulasi bahwa Xbox akan melakukan "reset" besar-besaran mulai Juli mendatang. Compulsion Games, yang berbasis di Montreal, Kanada, diduga menjadi salah satu studio yang akan ditutup atau mengalami pengurangan tenaga kerja signifikan. Belum ada pernyataan resmi dari Microsoft maupun Compulsion Games, tetapi unggahan para mantan karyawan yang mencantumkan tagar #OpenToWork memperkuat dugaan bahwa PHK telah berlangsung dan kemungkinan berskala masif.
Fenomena PHK di industri game bukanlah hal baru, tetapi kali ini menyasar langsung lini first-party Xbox yang selama ini menjadi andalan Microsoft dalam persaingan konsol. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi efisiensi pasca-akuisisi besar-besaran, termasuk pembelian Activision Blizzard senilai US$69 miliar. Tekanan untuk memangkas biaya dan memfokuskan sumber daya pada proyek-proyek unggulan menjadi alasan utama di balik keputusan ini.
Bagi pengamat industri, nasib Compulsion Games menjadi indikator awal seberapa dalam restrukturisasi yang akan dilakukan Xbox. Jika studio yang baru saja merampungkan proyek besar seperti South of Midnight harus menghadapi PHK massal, maka studio lain seperti Ninja Theory dan Double Fine pun berada dalam posisi yang tidak aman. Ninja Theory, misalnya, baru saja merilis Senua's Saga: Hellblade II pada Mei 2024, namun belum ada pengumuman proyek lanjutan yang jelas.
Di Indonesia, perkembangan ini menjadi pengingat akan dinamika industri game global yang kerap berimbas pada rantai pasok dan investasi. Beberapa developer lokal yang bekerja sama dengan penerbit internasional mungkin terkena dampak tidak langsung, seperti penundaan proyek atau pengurangan anggaran. Namun, di sisi lain, situasi ini bisa membuka peluang bagi talenta yang terkena PHK untuk bergabung dengan studio-studio independen di Asia Tenggara yang sedang berkembang.
Pertanyaan besar kini menggantung: apakah Compulsion Games akan bertahan sebagai studio utuh, ataukah ini adalah awal dari gelombang penutupan studio yang lebih luas? Dengan Juli yang tinggal beberapa hari lagi, keputusan resmi Microsoft akan menjadi penentu arah kebijakan jangka panjang Xbox di industri game yang semakin kompetitif.



