Nadiem Amiri: Dari Bangku Cadangan ke Pahlawan Jerman di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Mainz itu mencetak assist krusial saat Jerman membalikkan keadaan melawan Pantai Gading di Piala Dunia 2026.
- Musim lalu, Amiri menorehkan rekor pribadi 12 gol Bundesliga meski absen delapan laga, menjadi andalan di lini tengah Mainz.
- Dengan visi bermain dan akurasi umpan, Amiri menjadi opsi taktis berharga bagi Julian Nagelsmann di fase gugur turnamen.

Nadiem Amiri membuktikan dirinya sebagai pemain pembeda ketika Jerman membalikkan ketertinggalan menjadi kemenangan 2-1 atas Pantai Gading di Piala Dunia 2026, dengan assist matang yang membuka jalan gol pertama Deniz Undav. Penampilan singkat namun berdampak itu membuat pelatih Julian Nagelsmann memiliki pertimbangan baru untuk laga-laga selanjutnya.
Amiri, yang memperkuat Mainz di Bundesliga, menjalani musim 2025/26 dengan gemilang. Meski harus absen dalam delapan pertandingan karena cedera, ia berhasil mencetak 12 gol di liga—rekor tertinggi sepanjang kariernya—dan total 17 gol di semua kompetisi. Konsistensinya menjadi salah satu faktor utama kebangkitan Mainz setelah pergantian pelatih dari Bo Henriksen ke Urs Fischer, yang membawa tim menjauh dari zona degradasi.
Di tim nasional Jerman, Amiri menghadapi persaingan ketat dari Aleksandar Pavlović dan Felix Nmecha yang tampil solid di dua laga awal Piala Dunia. Namun, kemampuannya membaca permainan dan memberikan umpan terobosan menjadi senjata rahasia yang patut diperhitungkan. Nagelsmann sendiri memuji gaya bermain Amiri yang seperti "motor listrik"—tidak perlu pemanasan, langsung memberikan performa maksimal dalam waktu singkat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Amiri menjadi contoh bagaimana pemain yang jarang menjadi starter bisa tetap memberikan kontribusi vital. Di tengah dominasi pemain-pemain muda seperti Pavlović, pengalaman dan ketajaman Amiri dalam situasi tekanan tinggi bisa menjadi pembeda, terutama jika Jerman melaju ke babak gugur dan menghadapi pertahanan rapat lawan.
Direktur Olahraga Mainz, Niko Bungert, menyebut Amiri tidak perlu "ramuan ajaib" untuk tampil maksimal; cukup dengan merasa nyaman dan berada di lingkungan yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa faktor psikologis dan dukungan klub sangat memengaruhi performa pemain. Bagi Nagelsmann, memiliki pemain seperti Amiri yang siap kapan pun dibutuhkan adalah aset berharga di turnamen sepadat Piala Dunia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Nagelsmann akan memberi Amiri lebih banyak menit bermain, terutama jika Jerman menghadapi lawan yang membutuhkan kreativitas ekstra di lini tengah. Dengan kemampuan eksekusi penalti yang sempurna dan visi permainan di atas rata-rata, Amiri bisa menjadi kunci keberhasilan Jerman melaju lebih jauh.



