De Laurentiis Kagumi Organisasi Piala Dunia 2026: Sepak Bola Bisa Jadi Industri Besar di AS
Baca dalam 60 detik
- Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis memuji tata kelola Piala Dunia 2026 di AS, menyebut stadion selalu penuh meski harga tiket tinggi.
- Ia mendorong reformasi Serie A, termasuk pengurangan jumlah klub menjadi 16 dan pembangunan stadion baru, untuk meningkatkan daya saing.
- De Laurentiis optimistis Napoli tetap kompetitif dan akan fokus pada pembangunan stadion milik klub serta pusat latihan.

Pemilik Napoli, Aurelio De Laurentiis, memberikan pujian tinggi terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung di Amerika Serikat. Dari Los Angeles, tempat ia mengikuti sejumlah pertandingan, De Laurentiis menilai bahwa turnamen ini membuktikan potensi besar sepak bola di negeri yang lebih akrab dengan American football itu.
Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, De Laurentiis mengaku terkesan dengan kapasitas stadion yang selalu terisi penuh, bahkan pada hari kerja. โMeski harga tiket sangat mahal, stadion berkapasitas 70.000 kursi tetap penuh. Ini luar biasa,โ ujarnya. Ia mencontohkan pengalaman menonton laga Swiss vs Bosnia di SoFi Stadium yang dinilainya memiliki fasilitas dan pelayanan sempurna, termasuk manajemen lalu lintas dan parkir tanpa antrean.
De Laurentiis melihat fenomena ini sebagai sinyal bahwa sepak bola di AS, yang kerap disebut soccer, bisa menjadi industri hiburan yang setara dengan olahraga lain. โPesan yang bisa kita ambil adalah bahwa di Amerika, sepak bola bisa menjadi sesuatu yang benar-benar penting,โ tegasnya. Ia pun mendorong agar Eropa, khususnya Italia, belajar dari pendekatan AS yang menjadikan setiap pertandingan sebagai event besar.
De Laurentiis juga menyoroti perlunya reformasi struktural di Serie A. Ia mengusulkan pengurangan jumlah klub dari 20 menjadi 16 untuk mengurangi jumlah pertandingan dari 380 menjadi 240 per musim. โKami butuh dua bulan tambahan di akhir musim untuk mempersiapkan tim nasional secara serius,โ katanya. Ia juga menyerukan pembangunan stadion baru karena fasilitas yang ada dinilai usang dan tidak efisien.
Menurut De Laurentiis, sepak bola harus dipandang sebagai industri hiburan olahraga yang memerlukan keseimbangan antara biaya dan pendapatan. โKita perlu menghapus semua regulasi yang menghambat pembangunan stadion. Pemerintah harus turun tangan dengan menunjuk super-komisioner yang bisa mengawasi kualitas proyek,โ ujarnya. Ia juga meminta bantuan finansial pemerintah dengan alasan sepak bola memobilisasi 28 juta pemilih di Italia.
Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia, De Laurentiis menegaskan bahwa Napoli tetap menjadi klub yang kuat, kompetitif, dan menarik. Ia mengungkapkan adanya komunitas 30.000 penggemar Napoli di San Pedro, Los Angeles, yang antusias saat pemutaran film tentang Scudetto terakhir di Egyptian Theatre Hollywood. โNapoli akan tetap berada di puncak,โ janjinya.
Ke depan, De Laurentiis berencana fokus pada dua proyek besar: pembangunan stadion milik klub dan pusat latihan. โDua masalah ini akan menyita perhatian saya dalam waktu dekat,โ pungkasnya. Sementara itu, pemilihan presiden FIGC yang digelar hari ini diyakini akan dimenangkan Giovanni Malagรฒ, yang dinilai De Laurentiis sebagai sosok tepat untuk menyelesaikan masalah Serie A dan tim nasional Italia.
Bagi Indonesia, pengalaman De Laurentiis bisa menjadi pelajaran berharga. Negara dengan basis penggemar sepak bola besar seperti Indonesia perlu belajar dari AS dalam mengelola turnamen sebagai event hiburan yang menguntungkan, serta mendorong reformasi regulasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur olahraga. Pertanyaannya, akankah federasi sepak bola Indonesia berani mengambil langkah serupa?



