John Malkovich Ingin Tom Cruise Memerankan Dirinya di 'Being John Malkovich'
Baca dalam 60 detik
- Aktor John Malkovich mengungkap keinginannya agar Tom Cruise atau Sean Penn yang memerankan versi fiktif dirinya dalam film 'Being John Malkovich'.
- Penulis naskah Charlie Kaufman menolak ide tersebut, sehingga Malkovich akhirnya memerankan dirinya sendiri di bawah arahan Spike Jonze.
- Saran lain Malkovich yang dianggapnya berarti adalah menunjuk Charlie Sheen sebagai sahabat karakternya, setelah Kevin Bacon menolak peran itu.

John Malkovich, aktor kawakan berusia 72 tahun, mengungkapkan bahwa ia sempat menginginkan Tom Cruise atau Sean Penn yang memerankan versi fiktif dirinya dalam film kultus Being John Malkovich (1999). Tak hanya itu, ia juga berharap bisa duduk di kursi sutradara. Namun, penulis naskah Charlie Kaufman menolak mentah-mentah gagasan tersebut.
Dalam wawancara dengan The Sunday Times' Culture, Malkovich menceritakan bahwa ia adalah penggemar berat William Hurt, dan saat itu Tom Cruise baru saja membintangi Risky Business yang membuatnya terkesan. Sean Penn pun masuk dalam daftar kandidat. โBisa saja siapa pun, tapi Charlie tidak setuju,โ ujarnya. Alhasil, Malkovich harus memerankan dirinya sendiri di bawah arahan Spike Jonze, yang justru menjadi ikon sinema surealis.
Meski gagal mewujudkan impian casting-nya, Malkovich mengaku memberikan satu kontribusi berarti: mengusulkan Charlie Sheen, yang saat itu tengah menjalani rehabilitasi akibat overdosis kokain, untuk memerankan sahabat karakternya. Usulan ini muncul setelah Kevin Bacon menolak tawaran. โSaya pikir itu satu-satunya kontribusi berharga yang saya berikan, karena dia sangat lucu,โ kata Malkovich. Ia menambahkan bahwa ia senang film itu membantu orang melupakan masa lalu Sheen.
Malkovich juga mengaku enggan berbagi opini pribadi untuk keperluan naskah. Dalam satu adegan, karakternya memesan โkarpet katun lingkar untuk perawatan kakiโ dan harus memilih warna keset kamar mandi. Ketika ditanya apakah ia punya preferensi, Malkovich menjawab tegas, โYa, tapi saya tidak akan membahasnya.โ Sikap ini mencerminkan pendekatannya yang menjaga jarak antara kehidupan nyata dan fiksi.
Aktor yang dikenal lewat Dangerous Liaisons ini mengaku memilih proyek berdasarkan potensi pengalaman yang โmenggelikanโ. Namun, ia kecewa saat bekerja dengan Woody Allen dalam Shadows and Fog. โAnda pikir jika membuat film Woody Allen, Anda akan tertawa sepanjang hari. Ternyata tidak sama sekali, karena dia orang yang sangat serius,โ ungkapnya. Sebaliknya, kolaborasi dengan Bernardo Bertolucci di The Sheltering Sky justru memberinya tawa.
Malkovich juga mengenang momen nominasi Oscar pertamanya pada 1985 untuk Places in the Heart. Ia duduk di sebelah sutradara legendaris David Lean, dan kategori aktor pendukung dimenangi oleh temannya, Haing Ngor, lewat The Killing Fields. โSaya sangat senang. Lalu saya bisa merokok dan menonton orang-orang yang mengikuti gajah Passage to India dengan sekop raksasa. Itu menyenangkan, seperti pertama kali ke Cannes,โ katanya. Namun, saat dinominasikan lagi untuk In the Line of Fire, ia memilih menghindari acara bergengsi itu karena tidak suka keramaian.
Kisah di balik layar Being John Malkovich ini mengingatkan kita bahwa proses kreatif sering kali penuh kejutan. Andai Kaufman menyetujui usul Malkovich, mungkin kita tidak akan pernah melihat penampilan ikonik sang aktor sebagai dirinya sendiri. Pertanyaannya, apakah Tom Cruise atau Sean Penn akan mampu membawakan lapisan meta-ironis yang justru membuat film itu abadi?



