Iron Maiden Gembok Ponsel Penonton di Konser Paris demi Film Tur
Baca dalam 60 detik
- Band heavy metal Iron Maiden akan menyita ponsel penonton di area berdiri konser Paris untuk merekam film tur 'Run For Your Lives'.
- Langkah ini merupakan bagian dari kampanye band yang mendorong penggemar menikmati pertunjukan tanpa gangguan layar ponsel.
- Kebijakan satu malam itu hanya berlaku di Paris dan telah diumumkan sejak penjualan tiket tahun lalu.

Iron Maiden akan menerapkan larangan ponsel di area berdiri konser mereka di Paris, Senin (22/6/2026) malam, demi menghasilkan rekaman film tur 'Run For Your Lives' yang optimal. Para pemegang tiket umum di La Défense Arena akan diberikan kantong Yondr untuk mengunci perangkat mereka selama pertunjukan berlangsung.
Langkah ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bagian dari visi band yang sejak lama mendorong penggemar untuk benar-benar hadir secara fisik dan mental di konser. Manajer Iron Maiden, Rod Smallwood, sebelumnya telah mengimbau penonton untuk tidak merusak pengalaman dengan merekam video panjang. Dalam unggahan Instagram, Smallwood mengakui bahwa sebagian besar penonton di konser awal tur mematuhi imbauan tersebut, namun masih ada segelintir yang tetap merekam.
"Itu adalah dorongan besar bagi kami dan band sangat menghargainya. Jauh lebih baik ketika mereka bisa melihat kalian tanpa halangan dan itu mendorong mereka tanpa gangguan," tulis Smallwood, seraya menambahkan bahwa ia berharap dukungan dari penggemar, terutama di area lantai, terus berlanjut.
Kebijakan ini hanya berlaku untuk satu malam di Paris dan tidak akan diterapkan di konser lain. Iron Maiden telah mengumumkan rencana ini sejak tiket dijual tahun lalu. Penyesuaian bagi penonton difabel juga tersedia dengan menunjukkan bukti disabilitas. Band ini menekankan bahwa kantong Yondr tetap berada di tangan pemiliknya selama pertunjukan, sehingga tidak ada pihak lain yang memegang perangkat.
Bagi penggemar di Indonesia, langkah Iron Maiden ini bisa menjadi bahan refleksi tentang etika menonton konser. Di tengah budaya selfie dan live streaming yang marak, kebijakan semacam ini menawarkan pengalaman yang lebih autentik—tanpa gangguan layar ponsel. Meski belum ada konser serupa di Indonesia, bukan tidak mungkin promotor lokal terinspirasi untuk menerapkan aturan serupa, terutama untuk pertunjukan artis internasional yang mengedepankan pengalaman imersif.
Tur 'Run For Your Lives' sendiri merupakan perayaan 50 tahun karier Iron Maiden yang dimulai pada 1975. Smallwood sebelumnya menjelaskan bahwa semangat konser era 70-an—tanpa ponsel—ingin dihidupkan kembali. Pertanyaannya, akankah kebijakan satu malam ini menjadi preseden bagi industri musik global, atau hanya sekadar gimmick untuk film tur? Yang jelas, para penggemar yang hadir di Paris akan menjadi saksi bagaimana konser tanpa ponsel terasa lebih "liar" dan terhubung.



