Pemain Senior Italia Dukung Mancini Kembali ke Timnas
Baca dalam 60 detik
- Beberapa pemain senior Italia dilaporkan mendukung kembalinya Roberto Mancini sebagai pelatih kepala, terutama jika Giovanni Malago terpilih sebagai presiden FIGC.
- Mancini disebut menyesal meninggalkan timnas pada 2023 dan ingin menebus kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022.
- Pemilihan presiden FIGC hari ini menjadi penentu arah masa depan sepak bola Italia, dengan Malago sebagai favorit.

Masa depan kursi pelatih tim nasional Italia kembali menjadi sorotan. Sejumlah pemain senior Gli Azzurri dikabarkan mendukung langkah Roberto Mancini untuk kembali menukangi skuad yang sempat ia bawa juara Eropa 2020. Dukungan itu mengemuka di tengah pemilihan presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang digelar Senin (14/4).
Pemilihan presiden FIGC kali ini menjadi momen krusial. Dua kandidat bertarung: Giancarlo Abete, yang pernah menjabat presiden FIGC, dan Giovanni Malago, mantan kepala Komite Olimpiade Italia (CONI). Malago diunggulkan dalam pemungutan suara. Jika ia menang, spekulasi kembalinya Mancini ke posisi yang ia tinggalkan pada 2023 kian menguat.
Menurut laporan Corriere dello Sport, Mancini sendiri sangat ingin kembali. Ia mengakui bahwa keputusannya hengkang ke Arab Saudi pada 2023 adalah langkah yang keliru. Kini, ia disebut berambisi menebus kegagalan pahit saat Italia tersingkir dari play-off Piala Dunia 2022 oleh Makedonia Utara. Lebih dari itu, Mancini dikabarkan bersedia menerima gaji yang sesuai dengan anggaran FIGC dan akan 'dengan senang hati kembali ke Coverciano' jika diberi kesempatan.
Dukungan dari pemain senior menjadi faktor penting. Mereka menilai Mancini adalah figur yang tepat untuk membangun kembali kepercayaan diri tim setelah serangkaian kegagalan di ajang internasional. Kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina di play-off Piala Dunia 2026 menjadi pukulan telak yang memicu pengunduran diri presiden FIGC sebelumnya, Gabriele Gravina.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kembalinya Mancini bisa menjadi angin segar. Namun, tantangan besar menanti: memperbaiki performa di kualifikasi Piala Dunia dan membangun skuad yang kompetitif. Di sisi lain, kegagalan beruntun Italia lolos ke Piala Dunia juga menjadi pelajaran bagi negara lain, termasuk Indonesia, betapa pentingnya regenerasi dan perencanaan jangka panjang dalam sepak bola.
Jika Malago terpilih dan Mancini kembali, pertanyaan selanjutnya adalah: mampukah ia mengulang kesuksesan seperti saat menjuarai Euro 2020, atau justru akan menghadapi tekanan yang lebih besar karena ekspektasi tinggi publik Italia?



