Dua Keuntungan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Tuan Rumah dan Skuad Eropa
Baca dalam 60 detik
- Indonesia berpotensi menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026, dengan dukungan pemerintah melalui surat Presiden Prabowo ke FIFA.
- Turnamen resmi FIFA memungkinkan Indonesia memanggil pemain diaspora Eropa seperti Jay Idzes dan Emil Audero, memperkuat peluang juara.
- Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan memperkirakan peluang Indonesia menjadi tuan rumah mencapai 90 persen, tinggal menunggu pengumuman resmi.

Indonesia berada di ambang peluang emas untuk mencetak sejarah sepak bola regional. Selain menjadi kandidat kuat tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung September hingga Oktober 2026, Timnas Garuda juga diprediksi tampil dengan kekuatan penuh berkat status turnamen yang masuk kalender resmi FIFA.
Berbeda dengan ajang sebelumnya seperti Piala AFF, FIFA ASEAN Cup mewajibkan klub-klub melepas pemainnya karena termasuk dalam agenda internasional. Hal ini menjadi keuntungan besar bagi Indonesia yang memiliki banyak pemain diaspora di Eropa. Nama-nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Joey Pelupessy, dan Emil Audero dipastikan bisa memperkuat Garuda sejak awal turnamen.
Keuntungan kedua datang dari status tuan rumah yang kian mendekati kepastian. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan segera mengirimkan surat resmi kepada FIFA sebagai bentuk komitmen pemerintah. Langkah ini dinilai krusial untuk meyakinkan FIFA bahwa Indonesia siap dari segi infrastruktur, keamanan, dan pendukung. Pertemuan antara Presiden Prabowo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dan pelatih John Herdman di Hambalang beberapa waktu lalu menjadi sinyal kuat keseriusan tersebut.
Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan, atau akrab disapa Bung Ropan, menilai peluang Indonesia menjadi tuan rumah sudah sangat besar. "Saya pikir peluangnya sekitar 90 persen. Kita tinggal menunggu pengumuman resmi FIFA. Dengan adanya surat dari Presiden yang menegaskan kesiapan Indonesia, saya rasa peluang dipercaya menjadi penyelenggara sangat besar," ujarnya melalui kanal YouTube Bung Ropan. Ia menambahkan, kesiapan tidak hanya soal stadion, tetapi juga koordinasi lintas sektor seperti keamanan, kesehatan, dan akomodasi.
Di sisi lain, performa Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman terus menunjukkan grafik positif. Dua kemenangan atas Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday terakhir berhasil mengangkat peringkat Indonesia ke posisi 118 dunia. Kombinasi antara pemain lokal dan diaspora yang semakin padu membuat optimisme publik menguat. Jika benar menjadi tuan rumah dan diperkuat skuad terbaik, Indonesia memiliki modal besar untuk merebut gelar juara perdana FIFA ASEAN Cup di hadapan pendukung sendiri.
Namun, tantangan tetap ada. Negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia juga dipastikan akan membawa kekuatan penuh. Persaingan diprediksi ketat, dan Indonesia harus memastikan persiapan matang, termasuk uji coba dan pemusatan latihan. Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah Garuda memanfaatkan dua keuntungan besar ini untuk mengukir sejarah sebagai juara pertama turnamen bergengsi se-Asia Tenggara?



