AC Milan Akhirnya Tunjuk CEO dan Direktur Olahraga Baru dari Internal Klub
Baca dalam 60 detik
- Setelah sebulan tanpa struktur manajemen senior, AC Milan memutuskan mempromosikan Massimo Calvelli sebagai CEO dan Hendrick Almstadt sebagai kepala perekrutan pemain.
- Keputusan ini diambil setelah pemecatan besar-besaran pasca musim 2025-26 yang mengecewakan, termasuk pelatih Massimiliano Allegri dan direktur olahraga Igli Tare.
- Pemilik Gerry Cardinale akan lebih terlibat dalam operasional klub, sementara pelatih Amorim mendapat pengaruh dalam keputusan transfer.

AC Milan akhirnya mengambil keputusan mengenai pengisian posisi CEO dan direktur olahraga setelah hampir satu bulan tanpa struktur manajemen senior. Klub raksasa Serie A itu memilih untuk mempromosikan kader internal ketimbang merekrut dari luar, menurut laporan media Italia.
Keputusan ini muncul setelah Milan melakukan pembersihan besar-besaran pada akhir musim 2025-26 yang mengecewakan. Dalam satu pernyataan resmi, klub memecat pelatih Massimiliano Allegri, direktur olahraga Igli Tare, direktur teknis Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani. Langkah drastis itu menandai babak baru di San Siro.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport dan sejumlah media Italia lainnya, Massimo Calvelli akan ditunjuk sebagai CEO baru. Calvelli telah bergabung dengan dewan direksi Milan pada musim panas lalu dan sebelumnya menjabat sebagai CEO internasional RedBird Capital serta CEO ATP. Sementara itu, Hendrick Almstadt dipromosikan untuk mengelola jendela transfer dengan gelar 'kepala perdagangan pemain', bukan direktur olahraga.
Almstadt akan didukung oleh Bobby Gardiner yang naik jabatan menjadi direktur intelijen sepak bola. Milan juga akan mencari kepala analisis rekrutmen baru untuk melengkapi struktur manajemen. Setelah posisi itu terisi, bursa transfer klub akhirnya bisa dimulai.
Keputusan untuk mempromosikan dari dalam menunjukkan kepercayaan RedBird Capital terhadap struktur yang ada. Namun, langkah ini juga menimbulkan pertanyaan tentang pengalaman Calvelli dan Almstadt di sepak bola papan atas. Calvelli memiliki latar belakang di ATP dan RedBird, sementara Almstadt sebelumnya tidak banyak dikenal di kancah sepak bola Italia.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perubahan di AC Milan ini menarik untuk dicermati. Milan memiliki basis penggemar yang besar di Indonesia, dan setiap keputusan manajemen memengaruhi strategi transfer serta performa tim. Dengan pendekatan internal ini, Milan mungkin akan lebih fokus pada pengembangan pemain muda dan analisis data, tren yang juga mulai diadopsi klub-klub Asia.
Ke depan, tantangan terbesar Milan adalah memastikan bahwa struktur baru ini dapat bersaing dengan klub-klub top Eropa yang memiliki direktur olahraga berpengalaman. Pertanyaan yang muncul: akankah promosi internal ini membawa stabilitas jangka panjang atau justru menjadi risiko baru bagi Rossoneri?



