Napoli Bungkam soal Allegri, De Laurentiis: Fokus Kami Perbaiki Performa di Eropa
Baca dalam 60 detik
- Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis menolak mengonfirmasi kapan Max Allegri akan diumumkan sebagai pelatih baru, menunggu penyelesaian kontrak Allegri dengan AC Milan.
- Setelah kepergian Antonio Conte, Napoli membidik Allegri sebagai suksesor, namun proses terhambat karena Allegri masih terikat kontrak dengan Milan yang baru memecatnya.
- De Laurentiis menekankan ambisi Napoli untuk tetap kompetitif di Serie A dan memperbaiki catatan di Eropa, sembari mengkritik lambannya sepak bola Italia dibanding Amerika Serikat.

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, masih enggan membuka tabir soal siapa yang akan menjadi pelatih anyar Partenopei musim depan. Meski rumor kuat menyebut Max Allegri sudah di depan mata, pria yang juga produser film Hollywood itu memilih bungkam hingga semua proses hukum selesai.
De Laurentiis baru saja tiba dari Los Angeles dan langsung menemui awak media di atas kapal pesiar mewah Boardwalk, yang menjadi tempat perjamuan Duta Besar Amerika Serikat untuk Italia, Tilman J. Fertitta. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Napoli tidak boleh terburu-buru mengumumkan nama pelatih baru sebelum Allegri benar-benar lepas dari kontraknya dengan AC Milan.
“Kami tidak bisa dan tidak boleh membicarakan Allegri sampai benar-benar memilikinya,” ujar De Laurentiis kepada wartawan, seperti dikutip Football Italia. Allegri dipecat Milan sehari setelah gagal lolos ke Liga Champions musim depan, namun kontraknya belum resmi diputus secara sepihak.
De Laurentiis juga menyoroti ambisi jangka panjang klub yang telah dipimpinnya selama 22 tahun. “Kami satu-satunya klub yang terus naik dan naik. Kami harus tetap di puncak dan berusaha memperbaiki performa di Eropa,” katanya. Napoli memang belum pernah menembus babak semifinal Liga Champions sejak era Diego Maradona, sebuah catatan yang ingin diubah.
Dalam kesempatan yang sama, De Laurentiis melontarkan kritik tajam terhadap sepak bola Italia yang dinilainya stagnan. “Perbedaannya, orang Amerika selalu maju, sedangkan di Italia kita mandek. Itu karena para penguasa tidak bergerak,” ujarnya. Ia juga menyambut positif terpilihnya presiden federasi baru yang sepaham dengannya, bahwa sepak bola adalah industri—meski atipikal.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini mengingatkan pada dinamika klub-klub besar Eropa yang kerap terhambat birokrasi kontrak. Di Tanah Air, proses perekrutan pelatih asing juga sering tertunda karena urusan administrasi dan izin kerja. Namun, langkah Napoli yang menunggu kepastian hukum Allegri justru menunjukkan profesionalisme yang patut dicontoh.
Ke depannya, pertanyaan besarnya bukan hanya kapan Allegri resmi di Napoli, tetapi apakah ia mampu membawa Napoli bersaing di level tertinggi Eropa—sesuatu yang gagal dilakukan Conte. Dengan Allegri yang dikenal pragmatis dan jago mengelola skuad, harapan publik Napoli kembali menggelora.



