Demi Uang dan Gengsi: Mantan Juara Dunia Tinju Terjun ke Arena Tanpa Sarung Tangan
Baca dalam 60 detik
- Lee Selby, mantan juara IBF kelas bulu, menandatangani kontrak empat pertarungan dengan promotor bareknuckle BKB setelah tawaran finansial yang terus meningkat.
- Fenomena bareknuckle boxing kian populer di AS sejak 2018, meski menuai kritik dari lembaga kesehatan dan promotor tinju tradisional karena risiko cedera tinggi.
- Selby dan adiknya, Andrew, melihat peluang meraih gelar juara dunia dua kali—dengan dan tanpa sarung tangan—sebagai motivasi utama di luar imbalan materi.

Lee Selby, mantan juara dunia IBF kelas bulu asal Wales, memutuskan kembali ke ring—kali ini tanpa sarung tangan. Pria 39 tahun itu meneken kontrak empat pertarungan dengan promotor bareknuckle BKB, sebuah langkah yang memicu perdebatan di dunia tinju profesional.
Selby mengaku awalnya menolak tawaran demi tawaran, hingga nominal yang disodorkan membuatnya tak bisa berkata tidak. "Saya petaruh sejati. Hadiahnya uang. Jika uangnya pas, saya akan bertarung," ujarnya kepada BBC Sport Wales. Keputusan serupa diambil adiknya, Andrew Selby, mantan juara Inggris kelas terbang yang juga meneken kesepakatan multi-pertarungan dengan BKB.
Fenomena bareknuckle boxing—tinju tanpa sarung tangan—sedang naik daun di Amerika Serikat sejak pertama kali disahkan pada 2018. Promotor BKB gencar merekrut mantan juara dunia untuk mendongkrak kredibilitas. Selain Selby, James DeGale (peraih medali emas Olimpiade 2012) dan Victor Ortiz (mantan juara WBC kelas welter) juga sudah bergabung. CEO BKB David Tetreault menyebut perekrutan Selby sebagai "pengubah permainan".
Meski menjanjikan, bareknuckle boxing tak lepas dari kritik. Yayasan cedera otak Headway menyebut olahraga ini "tidak bertanggung jawab". Promotor tinju kenamaan Eddie Hearn pun menilainya "terlalu biadab". Namun, Selby membantah risikonya lebih besar. Menurutnya, ronde yang lebih pendek dan jumlah pukulan lebih sedikit justru mengurangi bahaya. "Sarung tangan lebih melindungi tangan daripada kepala. Ini bentuk pertarungan paling murni," katanya.
Bagi Selby, motivasi bukan sekadar uang. Ia mengaku kehilangan "tujuan" setelah pensiun pada 2022. "Saya naik kuda, jalan-jalan dengan anjing, antar anak ke sekolah—menjadi warga biasa. Tapi ada yang hilang," tuturnya. Ayahnya, seorang puritan tinju, enggan terlibat. Namun, sang adik justru antusias. "Bergabung dengan kakak saya di BKB adalah mimpi. Kami berdua akan merebut gelar juara dunia," ujar Andrew.
Selby menargetkan menjadi juara dunia dua kali: dengan dan tanpa sarung tangan. "Saya ingin menjadi petarung terbaik dari Wales," tegasnya. Pertanyaannya, mampukah ia beradaptasi dengan format baru yang lebih brutal? Atau justru risiko cedera akan mengubur ambisinya?



