Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Berlangsung 12 Jam, Warga Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran pabrik sandal di Tangerang telah berlangsung lebih dari 12 jam, memaksa evakuasi puluhan warga.
- Asap pekat dari kebakaran menyebar ke permukiman, mendorong pemerintah setempat menyiapkan pengungsian dan posko kesehatan.
- Warga mengeluhkan kebakaran berulang di pabrik yang sama, dengan insiden terbaru dinilai paling parah.

Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal jepit PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, telah berlangsung lebih dari 12 jam hingga Senin (22/6) siang. Asap hitam pekat yang membumbung tinggi memaksa puluhan warga di sekitar lokasi untuk mengungsi, baik secara mandiri maupun melalui evakuasi resmi oleh pemerintah kelurahan.
Api pertama kali dilaporkan melalap pabrik seluas sekitar satu hektare itu sejak Minggu malam. Hingga Senin siang, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku menjinakkan si jago merah yang terus menghasilkan kepulan asap tebal. Perubahan arah angin sejak pagi membuat asap bergerak ke kawasan permukiman, meningkatkan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi warga.
Pemerintah Kelurahan Tanah Tinggi bergerak cepat dengan mengevakuasi warga yang tinggal dalam radius 200 meter dari lokasi kebakaran atau yang berbatasan langsung dengan area pabrik. Lurah Tanah Tinggi, Dewi Ratna Sari, mengatakan bahwa asap pekat mulai mengganggu pernapasan warga sehingga evakuasi menjadi langkah antisipasi yang diperlukan. "Sejak pagi arah angin berubah ke wilayah Tanah Tinggi sehingga asap mulai masuk ke permukiman. Karena asap cukup pekat dan mulai mengganggu pernapasan, warga yang berada di sekitar lokasi kami evakuasi ke tempat yang lebih aman," ujar Dewi.
Sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah kerabat di luar kota, seperti yang dilakukan Pasiman, seorang warga setempat. Ia mengaku telah memindahkan anak dan cucunya ke Karawaci dan Cisoka untuk menghindari paparan asap. Pasiman juga menyebutkan bahwa kebakaran serupa telah terjadi tiga kali di pabrik yang sama, namun kali ini merupakan yang paling parah. "Sudah tiga kali kebakaran terjadi, dan yang sekarang ini paling parah. Anak dan cucu saya sudah diungsikan ke Karawaci dan Cisoka supaya tidak terkena asap," katanya.
Kelurahan Tanah Tinggi telah berkoordinasi dengan Puskesmas Tanah Tinggi untuk memantau kesehatan warga. Tenaga kesehatan diterjunkan untuk memeriksa kondisi masyarakat yang terdampak asap. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), warga tetap diimbau menggunakan masker saat beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Posko kesehatan juga didirikan di dekat lokasi kebakaran untuk memudahkan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan pernapasan.
Selain posko kesehatan, pemerintah setempat menyiapkan lokasi pengungsian sementara di sarana ibadah bagi warga yang rumahnya terdampak langsung. Langkah ini diambil untuk memastikan warga memiliki tempat berlindung yang aman dari asap dan potensi bahaya lainnya. Kebakaran pabrik sandal ini menjadi pengingat akan risiko keselamatan industri di kawasan padat penduduk, terutama mengingat riwayat kebakaran berulang di lokasi yang sama.
Ke depannya, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pabrik-pabrik serupa di wilayah Tangerang, mengingat dampak yang berulang kali dialami warga sekitar. Tanpa tindakan preventif yang lebih ketat, insiden serupa dikhawatirkan akan terus terulang, mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat.



