Samurai Blue Bangkit: Jepang Buktikan Diri Layak Jadi Kandidat Juara Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan telak 4-0 atas Tunisia menjadi bukti kedewasaan permainan Jepang, mengatasi kelemahan mereka saat menghadapi tim bertahan rapat.
- Dukungan luar biasa dari suporter Meksiko di Estadio Monterrey menciptakan atmosfer kandang yang memacu semangat skuad asuhan Hajime Moriyasu.
- Hasil ini membuka peluang Jepang lolos ke babak 32 besar, meski Belanda unggul selisih gol di Grup F.

Kemenangan bersejarah 4-0 atas Tunisia pada Sabtu (22/6) tidak sekadar membalaskan kekalahan memalukan di Piala Dunia 2022, tetapi juga menandai lahirnya mentalitas baru Timnas Jepang yang siap bersaing di level tertinggi. Samurai Blue menunjukkan bahwa mereka bukan lagi tim yang mudah gentar saat berhadapan dengan lawan yang memilih bertahan total.
Pada edisi Qatar 2022, Jepang sukses menaklukkan raksasa Jerman dan Spanyol dengan skor 2-1, namun justru tersandung oleh Kosta Rika yang bermain defensif. Kelemahan itu kini seolah sirna. Melawan Tunisia yang dilatih pelatih baru, Jepang mendominasi penuh, membatasi lawan hanya melepaskan dua tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang. Catatan ini menjadi margin kemenangan terbesar Jepang sepanjang sejarah Piala Dunia.
Gelandang Daichi Kamada, yang membuka keunggulan di Estadio Monterrey, menegaskan bahwa timnya kini berada dalam tekanan untuk membuktikan diri. "Jepang sedang menjadi sorotan dunia, dan kami harus memberikan hasil. Kami telah menunjukkan bahwa kami mampu bersaing di panggung global sejak Piala Dunia terakhir," ujarnya. Kamada juga menyoroti kekompakan tim yang menyadari betapa krusialnya laga tersebut.
Striker Ayase Ueda, yang tampil gemilang dengan dua gol dan satu assist, menegaskan ambisi timnya. "Kami menargetkan gelar juara, dan sebagai striker tunggal, saya dituntut mencetak gol. Namun, kami sadar tidak akan selalu mudah. Kuncinya adalah tidak goyah dan tetap bermain kompak, baik secara taktik maupun individu," kata Ueda. Pernyataan ini mencerminkan kedewasaan skuad yang tidak cepat puas.
Di sisi lain, kemenangan Belanda 5-1 atas Swedia membuat posisi Jepang di puncak Grup F terancam. Namun, dengan selisih gol yang sama-sama empat, peluang Jepang untuk lolos ke babak 32 besar masih terbuka lebar. Apalagi, mereka akan kembali bermain di Monterreyโkota yang memberikan dukungan luar biasa. Ribuan suporter Meksiko kompak meneriakkan "Nippon!" menciptakan atmosfer seperti kandang sendiri. Pelatih Hajime Moriyasu mengaku terharu: "Banyak penggemar Meksiko bersorak untuk Jepang. Saya yakin teriakan 'Nippon!' memberi keberanian bagi pemain. Selama Jepang tidak melawan Meksiko, saya senang jika mereka terus mendukung kami."
Bagi Indonesia, performa Jepang ini menjadi pelajaran berharga. Timnas Garuda yang tengah membangun skuad untuk masa depan bisa mencontoh bagaimana Jepang mengatasi kelemahan mental dan taktis. Dukungan diaspora dan hubungan bilateral yang erat dengan Meksiko juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menjalin kerja sama serupa dalam persiapan turnamen internasional. Keberhasilan Jepang menunjukkan bahwa investasi pada pembinaan pemain dan adaptasi terhadap berbagai gaya bermain adalah kunci untuk bersaing di level dunia.
Ke depan, Jepang masih harus memastikan langkah ke babak gugur. Namun, satu hal yang pasti: Samurai Blue tidak lagi sekadar tim kejutan. Mereka adalah kandidat serius yang siap merebut tahta. Pertanyaannya, akankah dukungan publik Meksiko terus mengalir hingga mereka melangkah jauh? Atau justru menjadi bumerang saat harus berhadapan dengan tuan rumah?



