Menteri Olahraga Korea Utara Dikabarkan Akan Kunjungi Jepang untuk Asian Games
Baca dalam 60 detik
- Menteri Olahraga Korea Utara, Kim Il Guk, tercatat sebagai kepala delegasi untuk Asian Games 2026 di Jepang, yang berpotensi menjadi kunjungan menteri pertama dalam delapan tahun.
- Jepang memberlakukan larangan masuk warga Korea Utara sebagai sanksi atas program nuklir dan misil, namun telah membuat pengecualian untuk ajang olahraga sebelumnya.
- Kunjungan ini dapat membuka peluang dialog diplomatik antara Tokyo dan Pyongyang, meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Menteri Olahraga Korea Utara, Kim Il Guk, dikabarkan akan memimpin delegasi negaranya pada Asian Games yang akan digelar di Jepang pada September mendatang. Langkah ini, jika terwujud, akan menjadi kunjungan pertama seorang menteri Korea Utara yang masih menjabat ke Jepang dalam hampir satu dekade terakhir.
Menurut sejumlah sumber diplomatik, Kim Il Guk telah terdaftar sebagai kepala kontingen untuk ajang olahraga multicabang yang berpusat di Nagoya, Prefektur Aichi, pada 19 September hingga 4 Oktober. Korea Utara diperkirakan akan mengirim sekitar 200 atlet dan ofisial untuk bertanding di cabang sepak bola, tenis meja, dan gulat.
Jepang secara prinsip melarang masuknya warga Korea Utara sebagai bagian dari sanksi sepihak atas program nuklir dan misil balistik Pyongyang. Namun, Tokyo telah beberapa kali membuat pengecualian untuk acara olahraga. Pada 2024, misalnya, pemerintah Jepang mengizinkan atlet Korea Utara masuk untuk babak kualifikasi Asia final sepak bola Olimpiade Paris.
Kunjungan Kim Il Guk sebelumnya ke Jepang terjadi pada 2018, saat ia menghadiri pertemuan Asosiasi Komite Olimpiade Nasional di Tokyo. Saat itu, spekulasi berkembang bahwa Jepang mengizinkan masuknya Kim sebagai isyarat kesediaan berdialog, yang pada akhirnya tidak membuahkan hasil pertemuan puncak antara Perdana Menteri Shinzo Abe dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Korea Utara sempat menarik diri dari kancah olahraga internasional selama pandemi COVID-19, termasuk tidak berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo 2020. Namun, sejak Asian Games Hangzhou 2023, Pyongyang mulai kembali aktif mengirimkan atlet ke berbagai ajang, termasuk Olimpiade Paris 2024.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati mengingat posisi strategis Jepang dan Korea Utara di kawasan Asia Timur. Jika kunjungan tersebut benar terjadi, hal itu dapat menjadi sinyal pelonggaran ketegangan di Semenanjung Korea, yang berpotensi memengaruhi dinamika keamanan regional. Indonesia, sebagai anggota ASEAN dan mitra dialog Korea Utara, mungkin dapat memanfaatkan momen ini untuk mendorong diplomasi yang lebih luas.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah Tokyo akan kembali menggunakan olahraga sebagai pintu masuk diplomasi, atau justru memperketat sikap mengingat belum adanya kemajuan berarti dalam isu nuklir Korea Utara. Asian Games Nagoya bisa menjadi panggung uji coba bagi kedua negara untuk membuka kembali kanal komunikasi yang telah lama terputus.



