ABK Vietnam Sakit di Tengah Laut, Basarnas Makassar Lakukan Evakuasi Cepat
Baca dalam 60 detik
- Seorang pelaut Vietnam berusia 24 tahun mengalami sakit perut akut dan demam saat kapalnya melintas di perairan Pangkep, Sulawesi Selatan.
- Basarnas Makassar mengerahkan KN SAR Kamajaya untuk menjemput pasien dari kapal MV Novena WW yang tengah berlayar dari Jepang ke Australia.
- Korban berhasil dievakuasi dalam waktu kurang dari lima jam dan langsung dirujuk ke rumah sakit di Makassar untuk penanganan intensif.

Seorang anak buah kapal (ABK) asal Vietnam, Nguyen (24), harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sakit perut akut disertai demam tinggi saat kapalnya melintas di perairan Pulau Kalukalukuang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Basarnas Makassar bergerak cepat mengevakuasi korban dari kapal kargo MV Novena WW yang tengah berlayar dari Jepang menuju Australia.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya menerima laporan darurat pada Sabtu (20/6/2026) pukul 21.10 WITA. Saat itu, posisi kapal berada sekitar 110 nautical mile atau lebih dari 200 kilometer dari Dermaga Soekarno-Hatta Makassar. Tim SAR gabungan segera diberangkatkan menggunakan KN SAR Kamajaya untuk melakukan intercept terhadap kapal di tengah laut.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim tiba di lokasi pada Minggu (21/6) dini hari pukul 02.00 WITA dan langsung memindahkan Nguyen dari MV Novena WW ke kapal SAR. Korban kemudian mendapat penanganan medis awal di atas KN SAR Kamajaya sebelum dibawa ke daratan. βProses pemindahan berjalan lancar,β ujar Andi Sultan dalam keterangan resmi.
Operasi ini melibatkan sejumlah instansi, termasuk Polairud, TNI AL, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar, dan agen kapal. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan evakuasi di tengah laut yang berisiko tinggi. Setelah tiba di Dermaga Soekarno-Hatta, Nguyen langsung dirujuk ke rumah sakit di Makassar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kasus ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan SAR di jalur pelayaran internasional yang melintasi perairan Indonesia. Selat Makassar merupakan salah satu alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) yang padat dilalui kapal niaga. Kejadian serupa bukan pertama kali terjadi; Basarnas kerap mengevakuasi awak kapal asing yang sakit atau mengalami kecelakaan di wilayah tersebut.
Ke depan, penguatan koordinasi antara otoritas pelabuhan, rumah sakit rujukan, dan unit SAR di daerah terpencil menjadi tantangan tersendiri. Apakah sistem respons cepat seperti ini bisa diandalkan untuk kasus-kasus medis lain di tengah laut? Pertanyaan itu masih menggantung di tengah meningkatnya lalu lintas kapal di perairan timur Indonesia.

