Lyon Siap Tampung Openda, Bomber Bermasalah Juventus yang Sulit Dilego
Baca dalam 60 detik
- Olympique Lyonnais dikabarkan tertarik memulangkan Lois Openda ke Ligue 1 setelah sang pemain gagal total di Juventus dengan hanya satu gol dari 24 penampilan Serie A.
- Juventus kesulitan menjual permanen pemain berusia 26 tahun itu karena banderol €44 juta dan kontrak panjang hingga 2030, sehingga opsi pinjaman dengan kewajiban tebus menjadi skenario paling realistis.
- Minat Lyon, Eintracht Frankfurt, Monaco, dan Nottingham Forest masih sebatas penjajakan awal; belum ada negosiasi formal dengan Juventus.

Olympique Lyonnais dikabarkan menjadi salah satu klub yang berminat menampung Lois Openda, penyerang milik Juventus yang performanya jauh dari harapan sejak didatangkan dengan mahar besar pada bursa transfer musim panas 2025. Pemain asal Belgia itu hanya mampu mencetak satu gol dalam 24 penampilan Serie A musim ini, menjadikannya salah satu pembelian paling mengecewakan di Italia.
Juventus sendiri tengah bersiap merombak lini depan mereka pada jendela transfer musim panas mendatang. Kontrak Dusan Vlahovic akan berakhir pada akhir Juni, sementara opsi lain seperti Jonathan David dan Arkadiusz Milik juga tidak memberikan kontribusi signifikan—ketiganya, termasuk Openda, hanya mengemas total tujuh gol liga pada musim 2026-27. Situasi ini memaksa manajemen Bianconeri untuk mencari solusi, namun melego Openda bukanlah perkara mudah.
Openda bergabung dengan Juventus melalui skema pinjaman dengan kewajiban tebus senilai total €44 juta, menjadikannya pemain termahal yang direkrut klub Serie A pada musim panas 2025. Kontraknya berlaku hingga 2030, sehingga Juventus harus menanggung beban gaji dan amortisasi yang besar. Minimnya gol dan ketidakmampuan Openda menembus skuad Belgia untuk Piala Dunia 2026 semakin menurunkan nilai jualnya.
Menurut laporan jurnalis transfer Gianluca Di Marzio, Lyon menjadi pihak yang paling serius menunjukkan minat. Klub Ligue 1 itu disebut ingin memulangkan Openda ke Prancis, tempat ia pernah bersinar bersama Lens sebelum pindah ke RB Leipzig. Selain Lyon, Eintracht Frankfurt, Monaco, dan Nottingham Forest juga dikabarkan memantau situasi, meski dengan intensitas lebih rendah.
Hingga saat ini belum ada negosiasi formal antara Juventus dan klub-klub peminat. Diperkirakan jika Lyon benar-benar maju, pembicaraan akan mengarah pada skema pinjaman dengan kewajiban atau opsi tebus. Juventus kemungkinan besar harus menerima kerugian besar jika ingin melepas Openda secara permanen, mengingat performanya yang anjlok dan minimnya peminat yang bersedia membayar mahar penuh.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Openda menjadi pengingat bahwa investasi besar di bursa transfer tidak selalu menjamin kesuksesan. Klub-klub Eropa kini semakin berhati-hati dalam menggelontorkan dana untuk pemain yang belum terbukti di liga kompetitif. Juventus, yang tengah berupaya menyehatkan keuangan, harus belajar dari kegagalan ini agar tidak terulang di masa depan.
Ke depan, keputusan Juventus akan menjadi ujian bagi strategi rekrutmen mereka. Apakah mereka akan bertahan dengan Openda dan berharap kebangkitan, atau rela melepas dengan harga murah demi memangkas kerugian? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan mendatang saat bursa transfer musim panas dibuka.



