Como Borong Pemain Baru: Kaiki Resmi Gabung, Incar Bek Chelsea Chalobah
Baca dalam 60 detik
- Como resmi mendatangkan bek kiri Brasil Kaiki Bruno dari Cruzeiro dengan skema pinjaman plus kewajiban tebus senilai total โฌ15 juta.
- Klub promosi Serie A itu juga dikabarkan membuka negosiasi dengan Chelsea untuk merekrut bek tengah Trevoh Chalobah, meski terkendala aturan Financial Fair Play UEFA.
- Langkah agresif Como di bursa transfer menunjukkan ambisi mereka tak hanya bertahan di Serie A, tetapi juga bersaing di Liga Champions musim depan.

Como 1907 terus menunjukkan ambisinya di bursa transfer musim panas ini. Setelah promosi ke Serie A dan memastikan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, manajemen Como bergerak cepat memperkuat skuad. Langkah terbaru mereka adalah mendatangkan bek kiri asal Brasil, Kaiki Bruno, dari Cruzeiro dengan nilai transfer mencapai โฌ15 juta.
Kaiki tiba di Bandara Malpensa, Milan, pada Rabu (24/6) untuk menjalani tes medis. Pemain berusia 22 tahun itu diyakini akan bergabung dengan skema pinjaman yang diwajibkan menjadi pembelian permanen. Nilai total kesepakatan diperkirakan โฌ14-15 juta, dengan โฌ12 juta sebagai biaya tetap. โSaya senang berada di sini dan menjadi bagian dari proyek Como,โ ujar Kaiki kepada Sky Sport Italia dan Sportitalia. Ia juga memuji pelatih Cesc Fabregas, yang disebutnya sebagai โbintangโ dan sosok yang sangat ia kagumi.
Tak berhenti di Kaiki, Como dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan bek tengah Chelsea, Trevoh Chalobah. Informasi ini diungkapkan oleh jurnalis BBC Sport, Nizaar Kinsella, dan Sportitalia. Chalobah, yang akan berusia 26 tahun bulan depan, sudah lama dikaitkan dengan sejumlah klub Serie A, namun harga yang dipatok Chelsea kerap menjadi batu sandungan. Kini, Como disebut-sebut sebagai peminat serius, meski harus berhadapan dengan aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA yang mulai mengikat setelah mereka lolos ke kompetisi Eropa.
Langkah agresif Como di bursa transfer ini menarik perhatian, terutama karena klub yang berbasis di Danau Como ini sebelumnya hanya berkompetisi di Serie B. Namun, dengan investasi besar dari pemiliknya, termasuk grup investasi Indonesia yang dikabarkan memiliki saham, Como berubah menjadi kekuatan baru di sepak bola Italia. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan Como patut dicermati karena potensi keterlibatan pemain atau bahkan investasi dari Tanah Air di masa depan. Beberapa tahun terakhir, klub-klub Italia seperti Como dan Venezia mulai menarik minat investor Asia, termasuk dari Indonesia.
Namun, tantangan terbesar Como bukan hanya di atas lapangan. Aturan FFP UEFA akan membatasi pengeluaran mereka, terutama setelah belanja besar di musim panas ini. Jika negosiasi dengan Chelsea untuk Chalobah berhasil, Como harus memastikan struktur keuangan mereka tetap sehat. Chalobah sendiri dianggap sebagai bek tengah bertipe modern yang bisa menjadi pilar pertahanan, namun Chelsea diperkirakan membanderolnya tidak murah. Sebelumnya, sejumlah klub Serie A seperti Inter Milan dan AC Milan juga sempat dikaitkan dengan Chalobah, namun mundur karena mahalnya biaya transfer dan gaji.
Dengan kedatangan Kaiki dan potensi bergabungnya Chalobah, Como menunjukkan bahwa mereka tidak ingin hanya menjadi pelengkap di Serie A. Target mereka jelas: bersaing di papan atas dan memberikan kejutan di Liga Champions. Pertanyaannya, mampukah mereka menjaga keseimbangan antara ambisi di lapangan dan kepatuhan terhadap regulasi keuangan? Atau akankah langkah agresif ini justru menjadi bumerang di kemudian hari? Hanya waktu yang akan menjawab.



