Piala Dunia 2026: Rekor Messi, Ronaldo, dan Mbappe Siap Tumbang
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi menyamai rekor gol terbanyak Piala Dunia (16) milik Miroslav Klose setelah hat-trick ke gawang Aljazair.
- Cristiano Ronaldo menjadi pemain tertua (41 tahun 132 hari) yang tampil sebagai starter di Piala Dunia, sekaligus pemain keenam yang berlaga di enam edisi.
- Enam kartu merah sudah dikeluarkan di Piala Dunia 2026, melampaui total dua edisi sebelumnya, mengancam rekor 28 kartu merah pada 2006.

Piala Dunia 2026 baru memasuki pekan kedua, namun deretan rekor bersejarah sudah mulai berjatuhan. Dari Lionel Messi yang menyamai catatan gol legendaris Miroslav Klose hingga Cristiano Ronaldo yang menorehkan rekor usia, turnamen dengan format 48 tim ini menjadi panggung para megabintang untuk menulis ulang buku sejarah sepak bola dunia.
Messi mencetak hat-trick saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga perdana Grup J. Tiga gol itu mengantarnya ke puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 16 gol, menyamai rekor Klose yang bertahan sejak 2014. Bedanya, Messi membutuhkan 27 pertandinganโtiga lebih banyak dari Klose. Namun, statusnya sebagai juara bertahan 2022 membuat catatan itu terasa semakin manis. Kylian Mbappe yang mengintai dari belakang dengan 14 gol, sementara Harry Kane tertinggal empat gol. Laga Argentina berikutnya melawan Austria bisa menjadi panggung Messi untuk memecahkan rekor sendirian.
Di sisi lain, Cristiano Ronaldo mencatatkan namanya dalam buku rekor meski performanya kurang gemilang saat Portugal ditahan imbang 1-1 oleh DR Kongo. Dengan turun sebagai starter di Houston, Ronaldo menjadi pemain kedua setelah Messi yang tampil di enam edisi Piala Dunia. Ia juga memecahkan rekor pemain outfield tertua yang memulai laga Piala Dunia, yakni 41 tahun 132 hari, menggeser Atiba Hutchinson (39 tahun 296 hari). Jika Ronaldo mencetak gol di turnamen ini, ia akan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam Piala Dunia berbeda.
Harry Kane juga tak mau ketinggalan. Dua golnya ke gawang Kroasia pada kemenangan 4-2 Inggris membuatnya menyamai catatan Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di final Piala Dunia dengan 10 gol. Kane juga menjadi pemain Inggris kedua setelah David Beckham yang mencetak gol di tiga Piala Dunia berbeda. Laga melawan Ghana pada Selasa mendatang bisa menjadi momentumnya untuk memimpin sendirian. Sementara itu, persaingan Sepatu Emas semakin ketat: Messi, Denis Undav, dan Jonathan David memimpin dengan tiga gol, namun Kane, Haaland, dan Mbappe hanya tertinggal satu gol.
Erling Haaland mencuri perhatian dengan dua golnya saat Norwegia mengalahkan Irak 4-1. Hanya butuh 20 sentuhan untuk mencetak dwigol, menjadikannya pemain Norwegia pertama yang mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. Ia juga langsung menyamai rekor pencetak gol terbanyak Norwegia di Piala Dunia milik Kjetil Rekdal. Laga kontra Senegal akan menjadi kesempatan untuk memecahkan rekor tersebut.
Di sisi lain, kiper Cape Verde, Vozinha, menjadi cerita menarik. Pada usia 40 tahun 12 hari, ia menjadi pemain tertua yang tampil di laga debut Piala Dunia negaranya, mengalahkan rekor Eloy Room. Ia juga mencatatkan rekor kiper tertua yang menjaga clean sheet di laga debut Piala Dunia, setelah menahan tujuh tembakan Spanyol dalam hasil imbang 0-0.
Pelatih Prancis Didier Deschamps juga mendekati rekor. Dengan 15 kemenangan, ia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menyamai rekor Helmut Schon (16 kemenangan) sebagai pelatih dengan kemenangan terbanyak di Piala Dunia. Jika berhasil mengalahkan Irak, Deschamps akan naik ke posisi teratas, dan rekor 17 kemenangan bisa diraih di laga pamungkas grup melawan Norwegia.
Fenomena lain adalah meningkatnya jumlah kartu merah. Enam kartu merah sudah dikeluarkan di Piala Dunia 2026, melampaui total empat kartu merah di dua edisi sebelumnya (Qatar 2022 dan Rusia 2018). Rekor terbanyak masih dipegang Piala Dunia 2006 dengan 28 kartu merah. Dengan masih banyak pertandingan tersisa, bukan tidak mungkin rekor tersebut terancam.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, torehan para pemain top ini menjadi tontonan menarik. Namun, di balik gemerlap rekor, pertanyaan besarnya adalah: akankah format 48 tim justru membuat persaingan semakin timpang, atau justru memberi peluang bagi negara-negara kecil seperti Cape Verde untuk menciptakan kejutan? Hanya waktu yang akan menjawab.



