Ledakan KMP Aceh Hebat 2: Taruna Politeknik Pelayaran Meninggal Dunia
Baca dalam 60 detik
- Fahri Herdi Eko (19), taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, meninggal dunia akibat luka bakar parah setelah ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2.
- Ledakan terjadi saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada 12 Juni, menyebabkan 15 orang luka bakar.
- ASDP berjanji mendukung investigasi dan memperkuat keselamatan operasional, sementara korban lain masih dirawat intensif.

Seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, Fahri Herdi Eko (19), yang menjadi korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2, akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Peristiwa ini menambah duka dalam insiden yang telah menyita perhatian publik Aceh dan sektor transportasi laut nasional.
Kepala Bagian Humas RSUD Zainoel Abidin, Rahmadi, mengonfirmasi bahwa korban mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (20/6) pukul 22.50 WIB di ruang ICU. "Pasien meninggal dunia di hadapan keluarga dan perawat," ujarnya. Sebelumnya, sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi Fahri menurun drastis sehingga tim medis melakukan pemeriksaan ulang, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah kemudian dibawa ke Medan, Sumatera Utara, menggunakan ambulans pada pukul 01.50 WIB setelah disalatkan di Masjid Raudhatul Jannah RSUD Zainoel Abidin.
Ledakan di kamar mesin kapal penyeberangan rute Banda AcehโSabang itu terjadi pada Jumat (12/6) saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue. Insiden tersebut mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar, terdiri dari 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal. Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin untuk penanganan medis. Hingga kini, sebagian korban masih menjalani perawatan intensif.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Fahri. General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menegaskan bahwa perusahaan sejak awal berfokus pada penanganan dan pemulihan korban. "Kita akan terus hadir memberikan dukungan dan pendampingan kepada keluarga almarhum serta para korban lainnya yang masih menjalani perawatan," ujarnya dalam pernyataan resmi. ASDP juga mengapresiasi kerja sama tenaga medis, petugas pelabuhan, dan aparat yang telah membantu sejak awal kejadian.
Perusahaan pelat merah itu berkomitmen mendukung penuh investigasi yang dilakukan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. "Perusahaan menghormati proses yang sedang berlangsung dan berkomitmen menindaklanjuti setiap hasil evaluasi sebagai bagian dari upaya penguatan aspek keselamatan operasional," kata Andri. Langkah ini dinilai penting mengingat KMP Aceh Hebat 2 melayani jalur strategis Banda AcehโSabang yang padat penumpang dan logistik.
Insiden ini kembali menyoroti aspek keselamatan transportasi laut di Indonesia, khususnya kapal feri yang kerap beroperasi dengan intensitas tinggi. Publik menanti hasil investigasi untuk memastikan apakah ledakan disebabkan oleh faktor teknis, kelalaian prosedur, atau kombinasi keduanya. Sementara itu, keluarga korban berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.



