Jos Buttler Ukir Rekor Baru di The Hundred: Pemain dengan Run Terbanyak Sepanjang Sejarah T20
Baca dalam 60 detik
- Buttler melampaui catatan 14.803 run milik Kieron Pollard, menjadikannya pencetak run terbanyak di format T20.
- Kemenangan telak Manchester Super Giants atas Welsh Fire membawa mereka ke posisi ketiga klasemen The Hundred.
- Rekor ini menegaskan dominasi Buttler di kancah T20 global dan menjadi tolok ukur baru bagi generasi pemain berikutnya.

Jos Buttler resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah kriket dunia. Pada laga The Hundred di Old Trafford, Selasa (6/8), ia memecahkan rekor Kieron Pollard sebagai pencetak run terbanyak sepanjang masa di format T20. Momen bersejarah itu terjadi saat ia melontarkan bola ke arah balkon stadion, sebuah pukulan yang langsung disambut gemuruh penonton.
Pemain berusia 35 tahun itu mencapai rekor tersebut setelah melewati angka 14.803 run milik Pollard, dengan menghantam tiga six beruntun dari lemparan Duan Jansen. Buttler menutup penampilannya dengan skor 51 run dari 20 bola, termasuk dua four dan enam six. Ia juga menjadi aktor kunci kemenangan Manchester Super Giants atas Welsh Fire dengan selisih sembilan wicket, mengejar target 156 run dengan sisa 31 bola.
Pencapaian ini bukan sekadar angka. Buttler, yang dikenal sebagai salah satu pemukul paling eksplosif di dunia, telah mengukuhkan posisinya sebagai legenda hidup kriket Inggris. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Pollard sejak 2021. Dengan konsistensi dan agresivitasnya, Buttler tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga mengubah cara pandang terhadap permainan T20 yang semakin menuntut kecepatan dan ketepatan.
Di sisi lain, Welsh Fire sebenarnya tampil impresif melalui kapten Phil Salt dan Matt Short yang membuka dengan kemitraan 125 run. Salt mencetak 48 run dari 37 bola, sementara Short melesat dengan 71 run dari 47 bola. Namun, setelah Salt terjatuh pada bola ke-83, Fire kehilangan empat wicket hanya dalam 13 run, yang membuat mereka tertahan di 155-4. Super Giants, dengan respons cepat dari Tim Seifert (62 run) dan Paul Walter (37 run), memastikan kemenangan tanpa kesulitan berarti.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, rekor ini menegaskan bahwa T20 adalah format yang paling dinamis dan menghibur. Meski kriket belum sepopuler di Indonesia, pertumbuhan liga lokal dan minat terhadap turnamen internasional seperti The Hundred bisa menjadi pintu masuk bagi pengembangan olahraga ini. Federasi Kriket Indonesia (Forki) dapat menjadikan momen ini sebagai inspirasi untuk meningkatkan prestasi di tingkat Asia Tenggara.
Kemenangan ini membawa Super Giants ke posisi ketiga klasemen, hanya terpaut empat poin dari Fire di posisi kedua. Sementara itu, London Spirit yang akan menghadapi MI London pada Kamis (8/8) berusaha bangkit dari posisi ketujuh. Di kompetisi wanita, MI London juga berjuang keluar dari dasar klasemen.
Dengan rekor yang baru saja dipecahkan, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Buttler mempertahankan konsistensinya hingga akhir musim? Atau akankah ada pemain muda yang mampu menantang rekor tersebut dalam beberapa tahun ke depan? Yang jelas, dunia T20 telah menyaksikan lahirnya standar baru yang akan menjadi tolok ukur bagi generasi emas berikutnya.



