Sharon Osbourne Jalani Perawatan Rumah Sakit, Absen dari Acara Penghormatan untuk Ozzy
Baca dalam 60 detik
- Sharon Osbourne batal menghadiri pengungkapan patung Ozzy Osbourne di Hellfest karena harus menjalani perawatan rumah sakit secara mendadak.
- Keluarga Osbourne tengah mengembangkan avatar AI mendiang Ozzy melalui teknologi hologram, yang disebut sebagai upaya menjaga warisan sang rocker.
- Proyek AI Ozzy menuai kritik dianggap sebagai komersialisasi, namun pihak keluarga menegaskan akan dilakukan secara etis dan autentik.

Sharon Osbourne, istri mendiang legenda rock Ozzy Osbourne, harus menjalani perawatan rumah sakit secara tak terduga pada pekan ini, sehingga ia terpaksa melewatkan acara pengungkapan patung suaminya di festival Hellfest, Prancis. Dalam unggahan Instagram, wanita berusia 73 tahun itu menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar dan mengungkapkan bahwa ia mengalami masalah kesehatan yang memerlukan penanganan medis mendadak.
Patung Ozzy Osbourne yang diresmikan pada Kamis (18/06/2026) di Hellfest merupakan penghormatan bagi kontribusi sang musisi dalam dunia musik rock. Sharon mengaku sangat menyesal tidak bisa hadir, namun ia mengucapkan terima kasih kepada Olivier Garnier, Ben Barbaud, dan seluruh penyelenggara festival, serta pematung Philippe Pasqua yang menciptakan karya tersebut. Hingga kini, Sharon belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi kesehatannya.
Di sisi lain, keluarga Osbourne tengah menjadi sorotan publik setelah mengumumkan proyek ambisius berupa avatar kecerdasan buatan (AI) dari Ozzy Osbourne yang meninggal dunia pada Juli 2025 lalu. Proyek yang dinamakan “Digital Ozzy” ini dikembangkan melalui kerja sama antara perusahaan Hyperreal dan Proto Hologram. Teknologi ini memungkinkan avatar Ozzy untuk berinteraksi dengan penggemar secara real-time, berbicara, dan bergerak layaknya sosok aslinya.
Sharon Osbourne sebelumnya membantah tuduhan bahwa proyek ini hanya bertujuan mencari keuntungan. Dalam siniar The Osbournes, ia menegaskan bahwa teknologi adalah bagian dari evolusi dan keluarga hanya ingin menjaga kenangan Ozzy tetap hidup untuk generasi mendatang. “Suami saya sering bertanya, berapa lama ia akan dikenang. Ini adalah cara kami memastikan warisannya abadi,” ujar Sharon.
Putra mereka, Jack Osbourne, menambahkan bahwa proyek ini akan dijalankan secara etis dengan menggunakan “closed AI”, yaitu sistem yang tidak terhubung ke internet dan hanya berisi data yang pernah diucapkan atau ditulis secara akurat tentang Ozzy. Jack menekankan bahwa inovasi ini bukan untuk berpura-pura bahwa ayahnya masih hidup, melainkan untuk memastikan ia tidak pernah dilupakan. “Ini adalah teknologi tingkat tinggi, bukan sekadar menempelkan gambar pada ChatGPT,” tegas Jack dalam kanal YouTube-nya.
Proyek avatar AI ini diumumkan dalam acara Licensing Expo bertajuk “The Enduring Legacy of a Rock Icon and His Family: Ozzy Osbourne and The Osbournes”. Teknologi Digital DNA dari Hyperreal memungkinkan pembuatan avatar yang sangat mirip dengan karakter asli, sementara Proto Hologram menyediakan proyeksi holografik yang membuat sosok virtual dapat tampil dan bergerak secara realistis. Sharon sendiri mengaku terkesima dengan potensi kreatif yang ditawarkan teknologi ini.
Meskipun menuai pro dan kontra, keluarga Osbourne optimistis bahwa proyek ini akan diterima dengan baik oleh penggemar. Jack meyakini bahwa begitu publik melihat hasilnya, mereka akan terkesima dengan tingkat realisme yang dicapai. “Ini bukan sekadar gimmick, ini adalah cara baru untuk berinteraksi dengan warisan seorang legenda,” pungkasnya.
Ke depannya, pertanyaan besar yang mengemuka adalah sejauh mana teknologi AI dapat menghidupkan kembali sosok mendiang tanpa mengurangi nilai autentisitas dan rasa hormat. Di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan, proyek Ozzy AI bisa menjadi preseden bagi industri hiburan dalam mengelola warisan seniman yang telah tiada.

