Juventus Dihadapkan pada Harga €25 Juta untuk Bek Incaran Jhon Lucumi
Baca dalam 60 detik
- Bologna mematok banderol €25 juta untuk bek tengah Jhon Lucumi, yang masuk dalam pembicaraan transfer dengan Juventus.
- Hubungan baik kedua klub memungkinkan kesepakatan multi-pemain, termasuk Joao Mario, Emil Holm, dan Fabio Miretti.
- Juventus enggan membayar harga tersebut, sementara Bournemouth juga mengincar Lucumi sebagai pengganti Marcos Senesi.

Juventus harus merogoh kocek hingga €25 juta jika ingin memboyong bek tengah Jhon Lucumi dari Bologna pada bursa transfer musim panas mendatang. Angka tersebut muncul dalam pembicaraan awal antara kedua klub yang juga membahas potensi pertukaran beberapa pemain.
Menurut laporan yang beredar dalam beberapa hari terakhir, manajemen Juventus dan Bologna telah menggelar pertemuan untuk membahas sejumlah skenario transfer. Fokus utama pembicaraan adalah masa depan bek sayap Joao Mario dan Emil Holm, yang sempat berpindah klub pada jendela transfer Januari lalu. Selain itu, Bologna dikabarkan tertarik mendatangkan gelandang muda Juventus, Fabio Miretti.
Hubungan baik antara kedua klub disebut menjadi faktor kunci dalam negosiasi ini. Hubungan tersebut tetap solid meskipun Bologna baru saja menunjuk Giovanni Carnevali sebagai CEO menggantikan Damien Comolli. Atmosfer kooperatif ini membuka peluang terjadinya kesepakatan multi-pemain yang saling menguntungkan.
Pembicaraan mengenai Lucumi sendiri masih dalam tahap awal. Jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa nama bek asal Kolombia berusia 27 tahun itu telah muncul dalam diskusi, namun kedua klub masih memiliki banyak pekerjaan rumah sebelum mencapai kata sepakat. Juventus dikabarkan enggan memenuhi banderol €25 juta yang dipatok Bologna.
Ketidakpastian ini membuka peluang bagi klub lain. Bournemouth, yang baru saja kehilangan Marcos Senesi yang hengkang ke Tottenham Hotspur secara gratis, dikabarkan juga memantau situasi Lucumi. Bek tengah menjadi prioritas bagi tim asal Premier League tersebut untuk mengisi kekosongan di lini pertahanan.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini menarik karena mencerminkan strategi transfer Juventus yang cenderung berhati-hati di tengah tekanan finansial. Meskipun Lucumi dinilai cocok dengan kebutuhan lini belakang, manajemen Bianconeri tampaknya enggan terburu-buru memenuhi permintaan Bologna. Sementara itu, Bournemouth yang memiliki dana lebih longgar bisa menjadi ancaman serius.
Ke depan, keputusan Juventus akan bergantung pada kemampuan mereka melepas pemain terlebih dahulu untuk mendapatkan dana segar. Jika negosiasi berlarut, bukan tidak mungkin Bologna akan menaikkan harga atau justru kehilangan pemainnya ke klub lain. Pertanyaannya, akankah Juventus mengambil risiko atau beralih ke target alternatif?



